
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, permintaan dupa di kalangan pedagang mengalami lonjakan yang signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Hakiki (27), salah satu pedagang dupa yang berjualan di sekitar Kelenteng Hak Sian Kiong, Kota Mojokerto. Menurutnya, pesanan dupa mulai meningkat seiring dengan persiapan masyarakat menghadapi perayaan Imlek.
“Setiap menjelang Imlek, permintaan dupa selalu meningkat. Biasanya, yang paling dicari itu dupa Gunung Kawi, Krisna, dan Kwan In karena masing-masing memiliki makna khusus bagi mereka yang merayakan,” ujar Hakiki saat ditemui di tokonya pada Senin (20/01/2025).
Dupa menjadi salah satu simbol penting dalam tradisi perayaan Imlek. Selain digunakan untuk sembahyang, dupa juga berfungsi sebagai sarana doa, penghormatan kepada leluhur, serta harapan untuk keberuntungan dan kedamaian di tahun baru.
Meskipun permintaan meningkat, Hakiki memastikan bahwa harga dupa tidak mengalami kenaikan selama perayaan Imlek.
“Harga dupa saat Imlek tidak ada kenaikan, meskipun pesanan bertambah. Kami tetap menjual dengan harga yang sama seperti hari biasa,” tambahnya.
Perayaan Imlek memang identik dengan tradisi sembahyang menggunakan dupa, yang menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat Tionghoa. Menyikapi hal ini, Hakiki sudah mempersiapkan stok tambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang semakin tinggi menjelang hari raya tersebut. (Inggrid*)
