
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Penjabat (PJ) Walikota Mojokerto, Ali Kuncoro, melepas peserta Jalan Sehat dalam rangka puncak peringatan Harlah NU ke-102 di Kota Mojokerto, yang berlangsung di area parkir Gedung GOR Ayani, Jalan Gajah Balongsari, Minggu (19/01/2025).
Ketua PCNU Kota Mojokerto, KH. Sodiqin Marzuqon, dalam pidatonya mengungkapkan, tanggal 16 Rajab 1446 H, yang bertepatan dengan 16 Januari 2025, Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Harlah yang ke-102.
NU yang didirikan di Surabaya ini kini berkembang pesat, bahkan menjadi ormas terbesar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan meminta maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan acara, serta mengimbau agar peserta menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan pawai ta’aruf Harlah NU ke-102 untuk menjaga kehormatan organisasi.
Dalam sambutannya, PJ Walikota Mojokerto, Ali Kuncoro, menyampaikan ucapan selamat kepada semua peserta yang mengikuti jalan sehat dan pawai ta’aruf, serta menyarankan agar kegiatan ini menjadi momen kebersamaan.
Ia juga menambahkan hadiah umroh untuk peserta sebagai bentuk penghargaan yang di menangkan atas nama Muhammad Zainnudin. Pelepasan peserta ditandai dengan pengangkatan bendera secara bersama-sama oleh PJ Walikota, Ketua PCNU Kota Mojokerto, dan pengurus NU lainnya.
Jalan Sehat atau Pawai Ta’aruf ini diikuti oleh ribuan peserta, termasuk dari Muslimat, Fatayat, Ishari, masyarakat umum, serta pelajar dari berbagai madrasah dan sekolah umum. Acara dimulai pukul 06.00 WIB, dengan rute yang meliputi GOR Ayani, Jalan Gajah Mada, belok kanan ke Jalan Bhayangkara, Jalan PB Sudirman, Jalan HOS Cokroaminoto, dan kembali ke GOR Seni Majapahit.

Hadir dalam acara tersebut yakni, Lettu Inf Didik Satrio Wibowo (Danramil 0815/19 Magersari), Kompol Amat S.H (Kapolsek Magersari), Wakil Ketua I DPRD Kota Mojokerto, Hadi Prayitno, Rais Syuriyah PCNU Kota Mojokerto, KH. Muthoharun Afif, LC., M.H.I, serta Ketua PCNU Kota Mojokerto, KH. Sodiqin Marzuqon, bersama para pengurus cabang dan ranting PCNU, serta peserta pawai ta’aruf.
Sejumlah acara menarik lainnya digelar, salah satunya pengumuman pemenang dari peserta pawai dengan penilaian yel-yel, ataupun kekompakan. Pemenang pawai juara 1 Muslimat Magersari, juara 2 Majelis Taklim Al Mubarok, dan juara 3 Muslimat NU Prajurit Kulon.
Adapun sebanyak 30 stand UMKM NU yang memukau para pengunjung. Stand ini menyajikan berbagai produk lokal hasil karya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sukses mencuri perhatian. Salah satunya Stand Kedai Djoe yang memasarkan produk makanan kekinian seperti kebab, geprek, burger, dan seblak banyak ramai di buru pengunjung.

“Biasanya kalau geprek bisa terjual hingga 4kg ayam, kita punya cabang di Benteng Pancasila dan di Jln. Raya Ijen,” ujar Muliyawati pemilik kedai Djoe.
Sejak pagi, pengunjung tampak antusias mengunjungi stand-stand UMKM yang menyajikan berbagai jenis produk, mulai dari makanan khas daerah, kerajinan tangan, hingga produk fashion yang memiliki daya tarik unik. Banyak pengunjung yang tertarik membeli produk-produk tersebut, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengusaha lokal.
Menurut Muliyawati, acara ini sangat menggembirakan karena merupakan kesempatan langka untuk mendukung UMKM. Kehadiran stand UMKM ini tak hanya membuat peringatan Hari Lahir NU semakin meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM, serta mempererat rasa kebersamaan dan dukungan terhadap ekonomi lokal. (Tantri*)
