BP Batam Mantapkan Kesiapan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional

Avatar of Redaksi
BP Batam dan Mayapada Healthcare Group dan Direksi Apollo Hospital India saat tinjau kesiapan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam(Fransisco / Kabarterdepan.com)
BP Batam, Mayapada Healthcare Group dan Direksi Apollo Hospital India saat tinjau kesiapan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam (Fransisco / Kabarterdepan.com)

Batam, Kabarterdepan.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memantapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kawasan ini dirancang menjadi pusat layanan kesehatan bertaraf internasional yang terintegrasi dengan destinasi wisata premium, menghadirkan pengalaman yang unik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.

Salah satu proyek unggulan di KEK ini adalah pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH). Kesiapan kawasan tersebut menjadi topik utama dalam kunjungan kerja Mayapada Healthcare Group bersama Direksi Apollo Hospital India ke Batam baru-baru ini.

Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, menyampaikan optimismenya terhadap potensi besar kawasan ini dalam mendukung transformasi Batam menjadi destinasi unggulan di Asia Tenggara.

“Kawasan ini diharapkan menjadi magnet baru dalam industri kesehatan sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata berdaya saing internasional. Kehadiran rumah sakit berstandar internasional akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di dalam negeri,” ujar Enoh melalui siaran pers yang diterima di Batam, Minggu (19/1/2025).

Enoh menambahkan, pengembangan KEK ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kelas dunia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi masyarakat Batam. Salah satu kontribusi nyata yang diharapkan adalah penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor terkait.

“Penyiapan kawasan ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan. Lapangan kerja baru akan tercipta, dan dampak ekonominya diharapkan bisa langsung dirasakan masyarakat Batam,” tegasnya.

Keberadaan Apollo Hospital India sebagai investor utama dalam proyek ini, lanjut Enoh, menjadi salah satu faktor kunci dalam mempercepat realisasi kawasan tersebut.

Investasi ini tidak hanya mendorong pengembangan layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Enoh juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari masyarakat Batam terhadap proyek strategis ini. Dengan partisipasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah, investor, dan masyarakat, kawasan ini diyakini mampu mengangkat nama Batam di kancah internasional.

“Langkah strategis ini membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, Batam akan mampu menjadi salah satu pusat pariwisata dan kesehatan internasional yang terkemuka,” katanya.

KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional ini dirancang dengan konsep terpadu yang mengedepankan pelayanan kesehatan kelas dunia sekaligus mendukung pariwisata premium.

Fasilitas pendukung seperti hotel berbintang, pusat rekreasi modern, hingga kawasan hijau ramah lingkungan akan melengkapi kawasan ini, menjadikannya destinasi yang nyaman dan berkelanjutan.

Dengan visi yang ambisius, Batam diharapkan tidak hanya menjadi pintu gerbang investasi asing, tetapi juga menjadi destinasi unggulan di Asia Tenggara. KEK ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia di sektor kesehatan dan pariwisata global. (Fransisco Chrons /*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page