Peduli Imlek 2025 di Masjid Cheng Hoo, Pengusaha Tionghoa dan Yayasan Bahu-membahu Siapkan 1.600 Angpao

Avatar of Redaksi
Pengusaha Tionghoa hingga Ketua Yayasan bahu-membahu dalam Peduli Imlek 2025 di Masjid Cheng Hoo, Sabtu (18/1/2025) (Steven / Kabarterdepan.com)
Pengusaha Tionghoa hingga Ketua Yayasan bahu-membahu dalam Peduli Imlek 2025 di Masjid Cheng Hoo, Sabtu (18/1/2025) (Steven / Kabarterdepan.com)

Kota Surabaya, Kabartedepan.com – Sambut Tahun Baru Imlek 2025, Surabaya Friendship Club (SFC) dan Yayasan Masjid Muhammad Cheng Hoo berkolaborasi dengan Yayasan Surabaya Peduli Bangsa bahu-membahu menyiapkan 1.600 angpao untuk masyarakat yang membutuhkan, Sabtu (18/1/2025) di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya.

Terbukti, suasana penuh berkah ini begitu terasa di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya lantaran dipenuhi ribuan masyarakat Tionghoa yang akan diberikan angpao dan asuransi.

Sejak pagi, antrean panjang sudah terlihat. Ribuan peserta yang hadir harus terlebih dahulu mendaftar dengan menunjukkan KTP dan mengisi biodata untuk mendapatkan kupon. Dengan kupon itu, mereka bisa menukarnya dengan amplop angpao dan paket sembako.

Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) HA Nurawi menyampaikan, kegiatan ini adalah hasil kerja sama berbagai pihak.

“Kegiatan Peduli Imlek di Masjid Cheng Hoo Surabaya tidak berjalan sendiri, melainkan berjalan bersama dengan yayasan-yayasan, pengusaha, dan donatur dalam perayaan Peduli Imlek 2025,” ujar Nurawi.

Selain angpao, pihaknya juga memberikan asuransi tambahan bagi peserta yang memenuhi syarat. Asuransi mencakup perlindungan untuk rumah sakit, kecelakaan, hingga meninggal dunia.

Namun, Nurawi menambahkan, penerima dibatasi pada usia 60 tahun ke bawah.

“Jika yang sudah tua tidak memenuhi syarat, bisa digantikan oleh anak-anak mereka untuk mendapatkan manfaat,” jelasnya.

Nurawi juga mengingatkan, warga Surabaya yang memiliki KTP sudah dapat mengakses layanan kesehatan gratis melalui puskesmas dan rumah sakit dengan BPJS. Bagi yang belum memahami prosesnya, panitia siap membantu memberikan panduan.

Acara berlangsung dengan tertib sesuai arahan panitia. Abdullah menutup sambutannya dengan mengimbau peserta untuk mengikuti aturan.

“Saya mohon, nanti saat menerima angpao berjalan tertib ya. Setelah dapat angpao langsung pulang. Terima kasih,” tandasnya.

Ketua Surabaya Friendship Club, Dendy Sean

Ketua SFC Dendy Sean (Tengah) bersama Ketua Yayasan Muhammad Cheng Hoo, Nur Awi (paling kiri) dan Owner Asia Jaya Group Rony Chandra (paling kanan berkacamata) (Steven / Kabarterdepan.com)
Ketua SFC Dendy Sean (Tengah) bersama Ketua Yayasan Muhammad Cheng Hoo, Nur Awi (paling kiri) dan Owner Asia Jaya Group Rony Chandra (paling kanan berkacamata) (Steven / Kabarterdepan.com)

Sementara itu, Ketua Surabaya Friendship Club, Dendy Sean mengatakan, Peduli Imlek 2025 ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa, karena sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Tionghoa kurang mampu.

“Kalau kita lihat di sini, orang Tionghoa itu kaya. Nggak juga, banyak yang membutuhkan bantuan. Ini ada yang tinggal di kampung,” tutur Dendy Sean.

Tak hanya itu, lanjut Dendy Sean, Peduli Imlek 2025 ini juga sebagai momen untuk mempererat persatuan dan kesatuan satu sama lain, baik antar agama, suku maupun ras.

“Peduli Imlek 2025 ini untuk persatuan Indonesia. Tidak ada agama yang mayoritas atau minoritas, tapi di sini menyatakan semua rata. Indonesia merdeka,” seru Dendy Sean yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Surabaya Peduli Bangsa.

Menurut Direktur MPM Honda Jatim ini, keturunan Tionghoa di Indonesia bukanlah orang China, melainkan Indonesia. Tak ada istilah Chindo (China-Indonesia), tapi semua adalah bangsa Indonesia yang guyub dan rukun satu dengan lainnya.

“SFC adalah komunitas pengusaha yang majemuk, yang mana ada banyak keberagaman yang menyatu dalam harmoni persatuan,” jelas Dendy Sean.

Lebih lanjut, Dendy Sean mengatakan, Komunitas SFC aktif menggelar kegiatan sosial yang menyasar pada seluruh masyarakat, salah satunya menjelang Tahun Baru Imlek seperti ini.

“Memang kalau Surabaya Friendship Club, kami semua majemuk, semua nyumbang,” pungkasnya. (Steven/*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page