
Bangkalan, Kabarterdepan.com – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Bangkalan, Sjobirin Hasan, menjadi sasaran kritik warganet setelah video dirinya meninjau lokasi banjir viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Sjobirin terlihat mengenakan pakaian dinas lengkap sambil menaiki rakit, seolah seperti “raja”. Rakit tersebut dibantu oleh 10 orang yang diduga anak buahnya dan warga setempat, yang menerjang banjir setinggi dada orang dewasa.
Video itu cepat tersebar di media sosial dan mendapat berbagai komentar pedas dari warganet. Menanggapi hal itu, Sjobirin memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut terjadi secara spontan. Saat meninjau rumah pompa yang terendam banjir, anak buahnya sudah basah karena sedang memperbaiki alat yang terkena air.
“Sebenarnya itu reflek teman-teman dan bukan ide saya. Itu ide teman-teman, itu kan mereka memang sebelumnya sudah di bawah, karena mereka juga sedang proses dropping alat,” ungkap Sjobirin, Jumat (17/1/2025).
Sjobirin mengatakan bahwa ia berencana menuju pembatas sungai di seberang, namun karena tidak ada akses kering, anak buahnya menyarankan untuk menggunakan rakit.
Sjobirin berharap agar kejadian tersebut tidak dipermasalahkan lebih lanjut oleh warganet. Ia menegaskan bahwa tujuan utama peninjauan tersebut adalah untuk mencari solusi agar mesin pompa segera berfungsi kembali dan distribusi air ke masyarakat bisa normal kembali.
Banjir yang terjadi Selasa (14/1/2025) malam akibat hujan deras menyebabkan air Sungai Tangkel meluap dan merendam rumah pompa PDAM Bangkalan. Akibatnya, distribusi air bersih terganggu di beberapa rumah pelanggan. (Riris*)
