Pasar Hewan di Pungging Ditutup, Puluhan Penjual Kambing Beralih ke Bantaran Sungai

Avatar of Andy Yuwono
Sejumlah pedagang hewan kambing saat menawarkan dagangannya di area bantaran Sungai Sadar, Jumat (17/1/2025) pagi (Andy / Kabarterdepan.com)
Sejumlah pedagang hewan kambing saat menawarkan dagangannya di area bantaran Sungai Sadar, Jumat (17/1/2025) pagi (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dampak dari ditutupnya pasar hewan di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Sejumlah pedagang kambing beralih berjualan di area bantaran sungai Sadar Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/1/2025) pagi.

Puluhan pedagang hewan itu dengan membawa kendaraan roda dua maupun roda empat ramai-ramai memadati area sepi penduduk itu untuk menawarkan dagangan hewan ternak yang dibawanya.

Mestinya, setiap tanggalan jawa Pahing dan Wage mereka berada di pasar hewan Ngrame untuk jual beli hewan ternak kambing. Setelah ada aturan penutupan pasar hewan terkait penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).

Salah satu pedagang kambing, Budi Santoso asal Trawas mengatakan, ia bersama rekannya berusaha untuk tetap bisa mengais rejeki dengan berjualan kambing meski pasar tutup akibat penyebaran PMK.

“Karena keadaan pasarnya tidak memungkinkan disuruh pindah karena ada  PMK,” ungkapnya.

Meski PMK hanya sebagian menyerang hewan ternak sapi. Penjualan hewan kambing pun turut menurun drastis.

“Dampaknya seperti cara jual belinya agak menurun mas,” terangnya.

Sementara itu, penjual lain Deri mengeluhkan daya tarik penjualan kambing selama penyebaran virus itu mengalami kurang minat daya beli.

“Iya ini pindah sementara. Penjualan kambing juga agak susah,” keluhnya.

Terpisah, petugas pasar hewan Ngrame, Shodikin menjelaskan, jika akibat penutupan pasar hewan ini berdampak pada perekonomian para peternak maupun penjual hewan.

“Tentunya terdampak, karena mereka ingin pasarnya buka terus,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page