Dukung Peningkatan Produksi Perikanan, Dinas Perikanan Banyuwangi Bersinergi dengan Nelayan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250117 135424
Ilustrasi nelayan saat hendak menangkap ikan. (Ahmad Sahroni/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, Kabarterdepan.com – Dalam upaya memenuhi asupan gizi optimal bagi masyarakat, Dinas Perikanan Banyuwangi memutuskan untuk meningkatkan produksi perikanan yang selama ini masih belum optimal.

Plt Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengungkapkan bahwa produksi ikan tangkap di Banyuwangi pada tahun 2024 hanya sebesar 60 ribu ton, sementara ikan budidaya hanya mencapai 28 ribu ton per tahun.

“Jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat di Banyuwangi yang mencapai 124 ribu ton per tahun. Namun, kebutuhan tersebut sementara terpenuhi berkat kiriman ikan dari daerah lain seperti Probolinggo, Bali, dan Puger,” kata Bintang, Jumat (17/1/2025).

Untuk itu, Dinas Perikanan Banyuwangi berencana untuk membidik potensi perikanan di perairan selatan hingga Samudera Hindia yang mencapai 212 ribu ton.

Meskipun potensi tersebut masih belum terserap secara maksimal, Dinas Perikanan berkomitmen untuk memaksimalkan potensi tersebut demi peningkatan produksi perikanan di Banyuwangi.

Bintang menjelaskan, peningkatan potensi tersebut memiliki beberapa tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah cara melaut yang masih konvensional yang dilakukan oleh nelayan di Banyuwangi. Mereka umumnya berangkat dan pulang dalam sehari dengan mengandalkan tangkapan di Selat Bali, padahal potensi ikan yang cukup besar berada pada jarak lebih dari 12 mil. Diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Oleh karena itu, dinas akan melakukan kolaborasi dengan nelayan untuk memaksimalkan potensi perikanan yang ada. Kami berharap sinergi antara dinas dan nelayan dapat menghasilkan peningkatan produksi perikanan yang signifikan di Banyuwangi,” pungkasnya. (Ahmad Sahroni)

Responsive Images

You cannot copy content of this page