
Sragen, kabarterdepan.com –Sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Sragen terus meningkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menutup sementara seluruh Pasar hewan di Sragen.
Penutupan sementara pasar hewan di Sragen resmi dilakukan selama dua pekan sejak Kamis 16 hingga 31 Januari 2015 mendatang, Hal itu sesuai dengan surat edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen nomor : 500.5.7.16/49/010/2025 tentang penutupan sementara oprasional pasar hewan se-Kabupaten Sragen.
Dalam surat edaran itu sebaran PMK di Sragen mencapai 1291 kasus, angka kematian mencapai 121 kasus dengan rincian 50 ekor mati tak tertolong dan 65 mati terpaksa dipotong.
Sekda Sragen Hargiyanto menilai pasar hewan merupakan tempat keluar masuknya hewan antar daerah, penutupan sementara pasar hewan merupakan langkah yang evektif untuk mencegah PMK di Kabupaten Sragen.
“Untuk mengurangi resiko tertularnya penyakit yg lebih tinggi maka perlu dilaksanakan penutupan pasar hewan sementara,” katanya kepada kabarterdepan.com Jumat (17/1/2025).
Dikatakan, selama penutupan dilakukan penyemprotan minimal seminggu 2 kali, sehingga diharapkan dengan penutupan dan penyemprotan di lingkungan pasar hewan dapat mensterilkan pasar dari sebaran penyakit.
“Semoga dapat menekan risiko penularan penyakit PMK yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Sragen,” hapap Sekda Sragen Hargiyanto.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, mengungkapkan pasar hewan di Sragen ditutup mulai Kamis untuk pencegahan persebaran PMK.
Ia mengatakan kondisi pasar hewan itu juga sepi sejak maraknya kasus PMK. Dia mengatakan penutupan pasar hewan secara sementara menjadi solusi untuk pencegahan PMK.
“Selama penutupan, akan ada petugas yang melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Ada dua pasar hewan besar, yakni di Sumberlawang dan Nglangon Sragen serta tiga pasar kambing, yakni di Sukodono, Tanon, dan Sambirejo. Semua ditutup,” jelasnya
Eka Rini juga mengimbau kepada para peternak untuk aktif memperhatikan ternaknya masing-masing. Dia meminta kepada peternak jangan tergantung pada petugas peternakan tetapi para peternak sendiri juga aktif merawat sapi atau kambingnya dengan baik.
“Kebersihan kandang dijaga, penyemprotan disinfektan rutin pada kaki sapi dan penyemprotan obat kumur pada mulutnya. Sapi-sapi yang sakit itu disuapi, jangan dibiarkan. Ternak diberikan dengan makanan hijau, seperti rumput kalanjana. Peternak sudah paham hal itu,”ujarnya.
Ditambahkan, pihak Dinas DKP3 Sragen akan terus memantau perkembangan PMK pasca penutupan pasar hewan, melalui dievaluasi satu periode penutupan sampai nanti akhir Januari mendatang.
“Secara umum PMK di Jawa Tengah itu sudah mulai turun, jika trend penurunan PMK semakin bagus, awal Febuari mungkin nanti pasar akan segera dibuka kembali,” pungkasnya. (Masrikin)
