
Kota Surabaya, Kabarterdepan.com — Sosialisasi Belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Kota Surabaya, sukses menarik perhatian banyak orang. Acara ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung komunikasi yang lebih inklusif di tengah masyarakat, Minggu (12/01/2025).
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar akan keberadaan teman Tuli dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah
Jason Rivaldy Tanaya, seorang mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) sekaligus guru Tuli bahasa isyarat di Sekolah Elyon, menyampaikan bahwa acara ini terbuka untuk semua kalangan.
“Kegiatan ini kami selenggarakan tanpa batasan umur. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua semuanya dapat berpartisipasi dan belajar bahasa isyarat,” jelas Jason.
Penggerak utama sosialisasi ini berasal dari Komunitas Tim Bisindo dan Aksesibilitas Surabaya (TIBA). Komunitas tersebut aktif mengadakan berbagai kegiatan seperti workshop dan kelas belajar Bisindo untuk masyarakat umum.
Tujuan utama komunitas TIBA adalah meningkatkan komunikasi dengan teman Tuli, membantu masyarakat memahami kebutuhan mereka, serta meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap teman Tuli.
Sosialisasi ini mendapatkan respons positif dengan kehadiran sekitar 20 hingga 40 peserta yang antusias belajar.
Peserta tidak hanya belajar dasar-dasar Bisindo, tetapi juga mendalami cara menggunakan bahasa isyarat dalam situasi sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat lebih memahami kebutuhan teman Tuli dan menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. Harapannya, semakin banyak orang yang terinspirasi untuk belajar bahasa isyarat,” tambah Jason.
Acara yang berlangsung dari pukul 06.30 hingga 09.00 WIB ini berjalan lancar dan penuh semangat.
Para peserta menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat, terutama untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi semua. (Steven)
