
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pertunjukan Teater Akademik dengan judul “Rindu Ibu” karya dari Kukun Triyoga, Sabtu, (11/1/2025) sukses diselenggarakan di Graha Nuswantara Lantai 2 oleh mahasiswa UNIM langsung disutradarai oleh sang pencipta naskah. Terdapat 6 pemeran didalamnya pada naskah “Rindu Ibu” yakni Gopek (Bapak), Jasmine (Mita), Dini (Ibu), Bayu (Wahyu), dan Mulia (Nenek). Mengenai konsep acara Zahro selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa dibuat secara terbuka untuk bisa juga dinikmati oleh banyak orang dari pertunjukan tersebut.
“Mulanya ditawarkan oleh dosen kami acaranya terbuka atau tertutup, kalau tertutup tidak bisa seperti saat ini, jadi ya sekalian aja bikin yang bagus,” jelas Zahro.
Sambutan pertama oleh penulis naskah sekaligus sutradara Kukun mengatakan bahwa kelompok teater masih ada masuk ke sekolah-sekolah, masih kita apresiasi semoga saja apa yang bisa kita selenggarakan har ini bisa dicatat sebagai amal baik kita, sebagai bentuk syukur kita amal ibadah.
Dilanjutkan oleh Zahro mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh yang bersangkutan terutama kepada seluruh mahasiswa semester 7 Program Studi Bahasa Indonesia dalam menyelesaikan projek pertunjukan teater akademik sebagai tugas akhir output mata kuliah (Pementasan dan Penyutradaraan).
Di tahun sebelumnya sudah pernah ada pertunjukan semacam ini, jadi ini merupakan momentum yang ke-2 pertunjukan teater akademik secara terbuka. Perbedaannya pada kesempatan kali ini berkolaborasi dengan komunitas Persada yang merupakan hasil ekstrakurikuler teater yang ada di SMA Gedeg. Disisi lain pertunjukan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya seni teater dalam dunia akademik. Komunitas Persada menampilkan musikalisasi puisi dengan iringan musik dari pemain komunitas itu sendiri.
Peserta yang hadir turut serta tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun juga ada dari SMA/SMK, bahkan umum orang tua. Sebelum acara pertunjukan teater akademik ini, pemeran menjalani latihan intensif selama dua bulan terakhir untuk mempersiapkan penampilan mereka. Persiapan panjang ini bertujuan agar pertunjukan yang dijadwalkan pada akhir bulan Januari ini dapat berjalan dengan sukses dan memukau penonton.
“Walupun pasti ada tantangan, seperti semangat teman-teman mulai luntur apalagi menjelang hari pelaksanaan, tapi tetap menyemangati satu sama lain,”l kalau latihan kita fleksibel dimana aja,” tambah Zahro.
Selain latihan fisik dan verbal, pemeran juga harus menguasai tata panggung, pencahayaan, serta musik yang mendukung suasana. Hal ini membutuhkan kerjasama yang solid antara semua elemen produksi. Dari acara ini sangat mengajarkan tentang pentingnya kekompakan dan komunikasi yang baik dalam setiap tahap. (Tantri*)
