Batu  

Polda Jatim Gunakan Teknologi Canggih untuk Olah TKP Kecelakaan Maut Bus di Kota Batu

Avatar of Redaksi
IMG 20250110 WA0138
Potret Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, bersama dengan Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata saat mengolah TKP kecelakaan maut. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Kota Batu, Kabarterdepan.com – Polda Jatim melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) bergerak cepat dan tanggap dalam menangani kasus kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata di Kota Batu pada Rabu malam, 8 Januari 2025.

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) yang terdiri dari personel berpengalaman dan menggunakan teknologi mutakhir telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis, 9 Januari 2025. Proses olah TKP ini diharapkan bisa mengungkap secara menyeluruh penyebab dari insiden yang menewaskan empat orang tersebut.

Olah TKP yang dilakukan pada hari Kamis dimulai tepat pada pukul 08.36 WIB dan berlangsung beberapa jam, dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, bersama dengan Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata. Dengan menggunakan sistem canggih bernama Traffic Accident Analysis (TAA), pihak kepolisian berupaya mendapatkan data yang lebih akurat mengenai kejadian tersebut, yang melibatkan banyak pihak dan kendaraan di jalan yang cukup padat.

Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa teknologi TAA sangat membantu dalam mendapatkan data secara real-time dan mengolahnya untuk mengetahui bagaimana kecelakaan tersebut terjadi. Dengan bantuan alat ini, polisi dapat menganalisis berbagai faktor yang berkontribusi pada kecelakaan, mulai dari kecepatan kendaraan, kondisi jalan, hingga faktor lain seperti sistem rem pada kendaraan yang terlibat.

“Penggunaan teknologi ini sangat vital untuk mendapatkan gambaran yang jelas, agar penyelidikan bisa dilakukan dengan akurat dan tepat waktu,” ujar Kombes Komarudin.

Selain itu, pihak Ditlantas Polda Jatim juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama proses olah TKP berlangsung.

Sebagai langkah pengamanan dan menghindari kemacetan yang lebih parah, beberapa ruas jalan yang menjadi titik kecelakaan, seperti Jalan Ir. Soekarno, Jalan Patimura, dan Jalan Imam Bonjol, sempat ditutup untuk sementara waktu. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk memastikan agar proses olah TKP berjalan lancar dan aman.

Insiden kecelakaan yang terjadi melibatkan bus pariwisata Sakhindra Trans dengan nomor polisi DK7942GB. Bus tersebut mengangkut rombongan pelajar dari SMK TI Bali Global, Badung, Bali, yang sedang melakukan study tour ke Kota Batu.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Herdiawan Arifianto, mengatakan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah rem blong pada bus tersebut. Sebelum kecelakaan, bus mengalami kesulitan dalam mengontrol laju kendaraannya, yang menyebabkan bus kehilangan kendali dan menabrak beberapa kendaraan lainnya.

“Bus ini mulai menabrak kendaraan lain mulai dari Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura. Tercatat ada tujuh titik tabrakan yang terjadi sejauh 2,3 kilometer,” kata AKBP Herdiawan Arifianto.

Akibat dari kecelakaan tersebut, total 14 orang menjadi korban, dengan empat orang di antaranya meninggal dunia. Korban tewas terdiri dari tiga orang dewasa dan seorang bayi berusia 20 bulan. Mereka adalah Agus Darianto (60) asal Desa Sidomulyo, Kota Batu, Sugianto Mumun (40) asal Jember, serta seorang bayi yang masih belum teridentifikasi. Dua orang lainnya mengalami luka berat, dua orang luka sedang, dan enam orang lainnya luka ringan.

Para korban tewas semuanya adalah pengguna jalan yang berada di lokasi saat bus kehilangan kendali dan menabrak mereka. Dari data yang berhasil dihimpun oleh kepolisian, mayoritas korban adalah orang yang sedang berada di tepi jalan atau sedang mengendarai kendaraan lain yang dihantam oleh bus yang tidak terkendali.

Kombes Pol Komarudin menegaskan bahwa olah TKP yang dilakukan oleh Polda Jatim tidak hanya bertujuan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, tetapi juga untuk memastikan bahwa ke depannya, tindakan yang sama tidak terulang lagi. Penggunaan teknologi canggih dalam menganalisis kecelakaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi, serta faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam insiden tersebut.

“Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi teknis bus dan kelayakan kendaraan tersebut. Kami juga akan memeriksa catatan perawatan kendaraan serta mencari tahu apakah ada kelalaian dari pihak pengelola atau pengemudi bus,” pungkas Kombes Komarudin.

Proses penyelidikan ini masih berlangsung, dan pihak kepolisian berharap dapat menyelesaikan proses investigasi secepat mungkin. Kasus ini menjadi perhatian khusus, mengingat banyaknya kendaraan yang terlibat dan tingginya angka korban.

Kejadian ini juga mengingatkan kembali pentingnya keselamatan di jalan raya dan perlunya pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum, terutama yang mengangkut rombongan besar seperti tur sekolah, untuk selalu memastikan kelayakan kendaraan sebelum digunakan.

Dengan memanfaatkan teknologi terbaru dalam penyelidikan kecelakaan, Polda Jatim menunjukkan komitmennya untuk memberikan penanganan yang cepat dan transparan, serta berusaha untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Pihak kepolisian juga berharap insiden serupa tidak terulang lagi dengan adanya peningkatan pemahaman akan pentingnya keselamatan lalu lintas di kalangan pengemudi dan pengguna jalan lainnya. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page