
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Seorang Ibu Rumah Tangga di Dusun Sumber Gayam RT 01 RW 09, Susanti (39), telah memulai sebuah inisiatif yang menginspirasi dengan menjadi guru les untuk anak-anak di desanya. Meskipun sebelumnya berfokus pada pekerjaan rumah tangga, Susanti merasa terpanggil untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di desa yang masih kekurangan fasilitas belajar yang memadai.
“Desanya jauh dari pusat kota, akses terhadap pendidikan tambahan menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang ingin memperdalam pengetahuan mereka di luar jam sekolah. Minimnya fasilitas dan lembaga bimbingan belajar (bimbel) membuat banyak orang tua khawatir dengan masa depan pendidikan anak-anak mereka. Kalau dekat dengan rumah jadinya orang tua merasa aman,” terang Susanti, Jum’at (10/1/2024).
Karena kondisi tersebut Susanti menyampaikan dimulai dari awalnya hanya mengajar 2-4 anak sekolah yang tidak jauh dari rumah dan hanya di waktu senggang, kini malah menemukan dirinya terjun ke dunia pendidikan secara profesional.
Berawal dari itu, Susanti tidak menyangka bahwa aktivitas mengajarnya justru berkembang menjadi sebuah bimbingan belajar yang cukup diminati oleh banyak siswa. Bahkan kini yang berdomisili di luar desa banyak yang mendaftar. Profesi ini sudah ia lakukan selama 11 tahun, dengan jumlah siswa mencapai 50 lebih beragam jenjang sekolah dari playground, SD, SMP, hingga SMA.
Mulanya pada waktu awal berdiri bimbingan belajar ini, dengan penuh ikhlas mengajar tanpa menarik biaya atau seikhlasnya dari para siswa. Namun karena kini sudah semakin diketahui banyak orang, secara suka rela dari orang tua siswa memberikan nomial lebih selama bulanan untuk operasional bimbingan belajar.
“Dulu mungkin Rp 2.000 / pertemuan bagi saya pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Saya hanya ingin berkontribusi sedikit agar mereka bisa lebih baik,” ujarnya.
Selain mengajarkan pelajaran sekolah, Susanti juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar mereka terus semangat belajar dan mengejar cita-cita mereka, meskipun tantangan di desa terkadang cukup besar. Susanti berharap, dengan adanya program les ini, anak-anak di desanya bisa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih impian mereka dan kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Memang di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pendidikan di perkotaan, profesi sebagai guru les di desa masih tergolong langka dan jarang ditemukan. Banyak orang yang masih beranggapan bahwa untuk memperoleh pendidikan tambahan, anak-anak desa harus bepergian jauh ke kota atau mengakses kursus online. Padahal, keberadaan guru les di desa dapat memberikan dampak positif yang besar bagi perkembangan pendidikan anak-anak di wilayah pedesaan.
Guru les di desa bukan hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendorong motivasi dan inspirasi bagi generasi muda yang seringkali terbatas dalam akses pendidikan berkualitas. Meskipun permintaan akan guru les meningkat, terutama menjelang ujian dan tes-tes penting, namun jumlah pengajar yang berani mengambil langkah untuk mengajar di desa masih sangat sedikit. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya tarif gaji, dan kesulitan akses menuju lokasi.
Namun, meskipun menjadi profesi yang tidak umum, mengajar les di desa membawa berbagai keuntungan yang tak bisa diremehkan. Para guru les di desa memiliki kesempatan untuk menciptakan perubahan yang nyata dalam kehidupan anak-anak yang mungkin tidak memiliki banyak pilihan dalam memperoleh pendidikan tambahan. Mereka bisa memberikan perhatian lebih, menciptakan metode pengajaran yang lebih personal, serta menyesuaikan materi sesuai dengan kebutuhan murid yang berbeda-beda. (Tantri*)
