
Grobogan, kabarterdepan.com – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi per Selasa (7/1/2025) di kabupaten Grobogan berada diangka 879 kasus.
Hal itu, diungkapkan oleh Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan, Andreas Iwan Suseno, Rabu (8/1/2025).
Diungkapkan, hanya kecamatan Klambu yang menjadi zona hijau dalam sebaran kasus PMK. Selain kecamatan itu, dinyatakan zona merah atau memiliki temuan PMK
“Kecamatan Toroh menjadi kecamatan dengan angka PMK tertinggi dengan angka kasus sebanyak 192. Selanjutnya, disusul kecamatan Geyer dengan angka kasus 161, Gabus sebanyak 131 kasus,” ungkapnya.
Lalu, Sambung Andreas, untuk 15 kecamatan lainya yaitu, kecamatan Kradenan 97, Ngaringan 68, Penawangan 48, Tawangharjo 36, Pulokulon 35, Wirosari 25, Karangrayung 21, Grobogan 19, Purwodadi 14, Tegowanu 9, Gubug 8, Kedungjati 7, Brati 4, Godong 2, Tanggungharjo 1
“Dari total kasus, ditemukan 24 kasus baru, dibandingkan data sebelumnya sebanyak 855 kasus, untuk angka kematian Sapi akibat PMK sebanyak 14 ekor. 12 diantaranya mati dan dua lainnya di potong. Sementara angka sembuh belum ditemukan atau nihil,” ujarnya.
“Selain PMK yang terjadi saat Dinakkan juga mendeteksi adanya Septicaemia Epizootica (SE)/Haemorraghic Septecaemia (HS),” imbuhnya.
Sementara, Pemerintah Kabupaten melalui Kepala Disnakkan Grobogan Amin Nur Hatta sebelumnya juga telah mengimbau para peternak untuk tidak mendatangkan hewan dari luar daerah.
Menurutnya untuk menekan angka sebaran dan meredam penyakit PMK di Kabupaten Grobogan. Pihak dinas berinisiatif memberikan vaksin ke sejumlah daerah yang telah ditargetkan. Khususnya daerah yang disinyalir beresiko tinggi.
“Kita sudah sediakan vaksin di sembilan Puskeswan di Grobogan, terutama daerah beresiko tinggi yang terpapar PMK,” ujar Amin. (Masrikin)
