
Jombang, Kabarterdepan.com – Lonjakan harga cabai rawit yang terus terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha kuliner di berbagai daerah. Salah satunya adalah Khafi (22), seorang pedagang ayam geprek di Jombang.
Ia mengaku kewalahan menghadapi kenaikan harga yang kini mencapai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram, jauh dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram.
“Jujur kaget dengan harga cabai yang melonjak drastis, kemarin sempet turun dan sekarang naik lagi,” ujar Khafi saat ditemui di warungnya, Rabu (8/1/2025).
Sebagai pedagang ayam geprek, Khafi sangat bergantung pada cabai rawit untuk membuat sambal yang menjadi ciri khas menunya. Namun, lonjakan harga cabai membuatnya harus mencari strategi untuk tetap menjaga cita rasa sambal sambil menekan biaya produksi.
“Harga cabai rawit yang melonjak membuat kami harus pintar-pintar mengatur takaran. Biasanya kami tambahkan campuran cabai bubuk dan cabai kering untuk menurunkan biaya, sambil tetap menjaga rasa pedas yang disukai pelanggan,” jelasnya.
Khafi juga mencoba mencari solusi lain dengan membeli cabai langsung dari petani atau pemasok di daerah terpencil, agar mendapatkan harga yang relatif lebih murah.
“Saya siasati untuk membeli langsung dari daerah terpencil, agar mendapatkan harga yang lebih murah dari harga pasar,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa meski harga bahan baku melonjak, menaikkan harga jual bukanlah solusi yang mudah. Banyak pelanggan yang merupakan mahasiswa dan pekerja dengan penghasilan terbatas. Jika harga ayam geprek dinaikkan terlalu tinggi, ia khawatir pelanggan akan beralih ke tempat lain.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Khafi, tetapi juga oleh banyak pedagang kecil lainnya. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga cabai rawit di pasaran. Lonjakan harga yang disebabkan oleh cuaca buruk dan gangguan distribusi ini dinilai merugikan pelaku usaha kecil, yang tidak memiliki banyak pilihan untuk menyiasati tingginya biaya produksi. (Inggrid*)
