Abu Janda Pertanyakan Rencana Penunjukan Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Avatar of Redaksi
IMG 20250107 WA0070
Potret Abu Janda saat melontarkan pertanyaan didalam postingan instagramnya. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Pegiat media sosial yang kontroversial, Permadi Arya alias Abu Janda, ikut bersuara terkait rencana PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Dalam serangkaian pernyataan yang disampaikannya, Abu Janda mempertanyakan keputusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dinilai belum mempertimbangkan rekam jejak Kluivert secara mendalam. Menurutnya, nama besar sebagai mantan pemain tidak cukup untuk menjamin keberhasilan seseorang sebagai pelatih.

Abu Janda menyoroti performa buruk Patrick Kluivert saat melatih Timnas Curaçao, terutama dalam pertandingan melawan Bahrain yang berakhir dengan kekalahan telak 4-0. Ia menilai hasil tersebut mencurigakan dan bisa menjadi indikasi adanya masalah serius, baik dalam kualitas kepelatihan maupun integritas pertandingan.

“Pak Erick, saya ajak Anda untuk lihat sejarah pertandingan Kluivert dengan Timnas Curaçao, terutama waktu mereka kalah 4-0 lawan Bahrain. Itu pertandingan yang penuh aroma match fixing. Tidak perlu jadi komentator bola untuk tahu ada yang tidak beres,” ujar Abu Janda.

Pertanyaan besar muncul dari publik terkait rencana penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dengan rekam jejak yang dinilai kurang meyakinkan, banyak yang mempertanyakan mengapa PSSI harus mengambil risiko dengan memilih sosok seperti Kluivert untuk memimpin tim dalam pertandingan krusial. Apakah keputusan ini telah melalui kajian yang matang? Apakah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sudah benar-benar melakukan riset mendalam sebelum memutuskan?

Sorotan tajam diarahkan pada masa kepelatihan Kluivert sebelumnya, yang dianggap penuh tanda tanya, terutama ketika menangani Timnas Curaçao. Pertanyaan ini semakin mendesak, mengingat pertandingan penting yang akan dihadapi Timnas Indonesia memerlukan strategi dan kepemimpinan yang solid. Publik pun mendesak PSSI untuk memberikan penjelasan yang jelas atas keputusan ini.

“Kalau dari awal rekam jejaknya sudah seperti ini, kenapa harus kita ambil risiko untuk pertandingan penting seperti ini? Apa Pak Erick sudah benar-benar riset sebelum mengambil keputusan?” Tambahnya.

Abu Janda juga mengungkapkan bahwa Patrick Kluivert pernah terseret dalam isu pribadi terkait utang judi. Ia menduga, masalah ini bisa saja memengaruhi profesionalisme Kluivert sebagai pelatih.

“Ada catatan bahwa Kluivert pernah terlilit utang judi. Mungkin, dan saya tegaskan ini mungkin, itu bisa mendorong seseorang melakukan hal-hal seperti match fixing untuk melunasi hutangnya. Apa PSSI sudah memeriksa kemungkinan ini?” Paparnya.

Lebih jauh, Abu Janda mengutip sebuah testimoni dari akun resmi Timnas Curaçao yang sempat viral di platform media sosial Twitter (sekarang X). Dalam unggahan tersebut, Patrick Kluivert disebut-sebut memiliki strategi kepelatihan yang buruk hingga sering membuat pemain bingung di lapangan.

“Pak Erick, Anda sudah lihat belum testimoni itu? Kalau tim yang pernah dia latih saja menyebut taktiknya buruk dan pemain sering bingung, bagaimana dia bisa dipercaya untuk memimpin Timnas Indonesia? Apalagi ini menjelang pertandingan penting melawan Bahrain. Kita mau ambil pelatih yang gagal di sana?” tegas Abu Janda.

Menurut Abu Janda, PSSI tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, terutama dalam konteks pertandingan besar yang akan dihadapi Timnas Indonesia. Ia meminta Erick Thohir dan jajaran PSSI untuk lebih berhati-hati, mengingat ekspektasi publik yang begitu tinggi terhadap performa Timnas.

“Ini bukan eksperimen, Pak Erick. Kita bicara soal kehormatan negara di lapangan hijau. Kalau Patrick Kluivert gagal lagi, siapa yang akan tanggung jawab? Rakyat Indonesia butuh hasil nyata, bukan nama besar yang ternyata tidak relevan,” pungkas Abu Janda.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PSSI dan Erick Thohir belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilayangkan oleh Abu Janda maupun kekhawatiran publik lainnya. Namun, desakan untuk mengevaluasi ulang rencana penunjukan Patrick Kluivert terus bergulir di kalangan masyarakat dan pemerhati sepak bola. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page