
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Memasuki awal tahun 2025, harga sejumlah kebutuhan pokok (sembako) di berbagai pasar tradisional Kota Mojokerto mengalami kenaikan.
Fenomena ini mulai dirasakan para pedagang sejak bulan Desember 2024 dan diperkirakan akan terus meningkat jika tidak ada upaya konkret untuk menanganinya. Kondisi ini menjadi perhatian besar karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di sektor pangan.
Anton, pemilik Toko Sidomulyo 1 yang berada di Pasar Tanjung, Mojokerto, menyebut bahwa kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas penting.
“Kenaikan Sembako untuk gula ada kenaikan sedikit, untuk beras ada kenaikan tetapi tidak signifikan. kemudian untuk minyak memang agak sedikit tinggi dari bulan Desember awal 2024. Tetapi, pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah mengeluarkan distribusi minyak yang melimpah,” ujar Anton pada Senin (06/01/2025).
Kenaikan harga sembako ini tidak lepas dari pengaruh faktor musiman yang berdampak langsung pada produksi dan distribusi bahan pangan. Menurut Anton, jadwal tanam padi dan produksi gula juga menjadi salah satu penyebab utama.
“Kenaikan harga sembako disebabkan oleh musim. Beras baru akan menanam pada sekitar bulan Februari-Maret 2025. Jika gula akan melakukan penggilingan pada pertengahan tahun 2025,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak signifikan pada jumlah pembeli di awal tahun 2025. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, jumlah konsumen yang datang ke pasar tradisional maupun toko grosir seperti milik Anton menurun tajam. Penurunan ini disinyalir dipicu oleh beberapa faktor, seperti daya beli masyarakat yang melemah, perubahan pola konsumsi, dan upaya penghematan di tengah kenaikan harga.
“Jumlah pembelian di Toko Sidomulyo 1 ini mengalami penurunan dengan berbagai faktor salah satunya karena alasan penghematan, perubahan pola konsumsi, maupun dampak dari kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli konsumen,” pungkas Anton.
Meskipun menghadapi situasi yang menantang, masyarakat tetap berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kenaikan harga sembako. Langkah ini diperlukan untuk memastikan kestabilan harga dan kelancaran distribusi bahan pokok sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kenaikan harga sembako di awal tahun 2025 ini menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi dan solusi cepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak lebih buruk terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat. (Inggrid*)
