PMK Gelombang II Makin Ganas, Harga Sapi di Sragen Anjlok

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250106 044709
800 KASUS PMK menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Sragen ( Dok.DKPPP Sragen for kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Sragen semakin meluas, ratusan ekor tercatat positif terjangkit penyakit tersebut.

Masyarakat menilai gelombang PMK saat ini lebih dahsyat dibanding tahun sebelumnya, tak jarang ternak sapi yang terpapar PMK dalam hitungan jam bisa mati mendadak.

“Tak bisa diduga, awalnya ternak tidak mau makan, mulutnya berlendir ada sedikit berbusa tahu tahu sapi mati,” kata Suryanto Warga Guli, Gemantar, Mondokan saat menceritakan kondisi ternak sapi yang terserang penyakit mulut, Minggu (5/1/2025) malam.

Dikatakan, penyakit PMK yang menyerang ternak sapi miliknya terjadi sangat cepat, hal itu berbeda dengan PMK yang terjadi sebelumnya, Menurutnya kebanyakan saat ini yang diserang adalah mulut sapi, sementara untuk kondisi kuku sapi masih terlihat cukup baik.

“Dulu yang diserang adalah kuku sapi, sekarang rata-rata yang diserang mulut, dalam hitungan jam ternak sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Terpisah, Hely salah satu pedagang jual beli sapi mengatakan, gelombang PMK tahap kedua saat ini menyebabkan beberapa pasar hewan di Kabupaten Sragen dan sekitarnya mengalami penurunan omzet.

“Harga jual beli ternak sapi di pasaran cenderung melemah akibat dampak PMK,” tuturnya.

Dikatakan, transaksi jual beli ternak di pasar hewan Sumberlawang, Sragen pada Minggu pagi (5/1/2024) melemah, banyak pedagang hewan sapi pulang lebih awal karena tidak ada pembeli.

“Disamping jarang pembeli, harga jual sapi menurun drastis, walaupun sudah dijual dengan separo harga, namun juga tidak laku,” katanya.

“Sebelum PMK terjadi harga masih stabil, di hari biasa, sapi jenis lemosin indukan sedang bisa dijual harga 15 hingga 14 juta rupiah, tetapi saat ini hanya Rp 6,5 juta,” imbuhnya.

Sementara, dari data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Sragen perkembangan kasus PMK per Jumat (4/1/2025) mencapai 800 kasus. Dari keseluruhan tercatat sebayak 717 kasus PMK aktif dan 35 kasus PMK baru.

Dari tolal keseluruhan kasus PMK yang terjadi terdapat 35 ekor sapi berhasil disembuhkan dari PMK, sementara, tingkat kematian ternak sapi saat ini mencapai 64 ekor (dipotong 26 dan mati 38)

Berikut daftar rincian jumlah perkembangan kasus PMK disetiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen diantaranya:

1.Kecamatan Sukodono 107 kasus
2.Kecamatan Mondokan 92 kasus
3.Kecamatan Gesi 81 kasus
4.Kecamatan Masaran 63 kasus
5.Kecamatan Gemolong 58 kasus
6.Kecamatan Sumberlawang 49 kasus
7.Kecamatan Plupuh 37 kasus
8.Kecamatan Tanon 38 kasus
9.Kecamatan Sidoharjo 24 kasus
10.Kecamatan Ngrampal 23 kasus
11.Kwcamatan Sambirejo 27 kasus
12.Kecamatan Karangmalang 31 kasus
13.Kecamatan Miri 14 kasus
14.Kecamatan Gondang 21 kasus
15.Kecamatan Jenar 14 kasus
16.Kecamatan Kalijambe 4 kasus
17.Kecamatan Tangen 2 kasus
18.Kecamatan Kedawung 10 kasus
19.Kecamatan Sambungmacan 2 kasus
20.Kecamatan Tangen 20 kasus.
Dikutip dari data DKPPP Kabupaten Sragen Jumat 4 Januari 2025 jam 13:00 WIB.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page