Apa Itu Virus Human Metapneumovirus (HMPV)? Bagaimana Cara Pencegahannya?

Avatar of Redaksi
IMG 20250104 WA0003 scaled
Ilustrasi orang sedang sakit (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – China saat ini sedang menghadapi lonjakan infeksi saluran pernapasan, yang terutama disebabkan oleh rhinovirus dan human metapneumovirus (HMPV). Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun yang lebih rentan terkena dampaknya. Para pakar kesehatan telah memberikan peringatan keras untuk tidak menggunakan obat antivirus secara sembarangan, karena hal ini dapat menyebabkan resistensi obat serta masalah kesehatan lainnya.

Musim dingin di China menjadi momen di mana berbagai patogen penyebab infeksi pernapasan menunjukkan aktivitasnya. Menurut laporan terbaru, China kini tengah menghadapi wabah virus baru, dengan kasus-kasus infeksi pernapasan meningkat tajam. Salah satu virus yang menjadi perhatian utama adalah HMPV, yang belum memiliki vaksin hingga saat ini.

Gejala yang ditimbulkan oleh HMPV sering kali mirip dengan flu biasa, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, dan demam. Namun, pada beberapa individu, terutama mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah, virus ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti bronkitis dan pneumonia.

Penularan HMPV

Human metapneumovirus (HMPV) adalah virus dari famili Paramyxoviridae yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001. Virus ini sering menyerang kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah. Meskipun gejala awalnya tampak ringan, seperti kelelahan dan kesulitan bernapas, HMPV dapat memicu penyakit pernapasan berat jika tidak ditangani dengan baik.

Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi virus. Masa inkubasi HMPV berkisar antara tiga hingga lima hari, dengan tingkat penularan tertinggi terjadi pada tahap awal gejala.

Dokter dari Departemen Penyakit Pernapasan dan Infeksi di Rumah Sakit Beijing You’an, Li Tongzeng, menyebutkan bahwa interaksi dekat di lingkungan ramai meningkatkan risiko penyebaran virus ini. Untuk mencegah infeksi, para ahli merekomendasikan penggunaan masker, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga daya tahan tubuh.

Dampak Global HMPV

HMPV tidak hanya menjadi perhatian di Tiongkok, tetapi juga di negara lain seperti Belanda, Inggris, Finlandia, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Virus ini terus menyebar dengan pola yang serupa, memengaruhi berbagai populasi di musim dingin.

Dilansir dari TOI, orang yang terinfeksi HMPV menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS, disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan seperti:

– Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

– Mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik.

– Menghindari berbagi cangkir dan peralatan makan dengan orang lain.

– Tetap di rumah jika sedang sakit.

Bahaya Penggunaan Obat Antivirus Sembarangan

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan obat antivirus yang tidak sesuai anjuran dapat berakibat fatal. Dalam wawancara dengan National Business Daily yang didukung pemerintah, seorang ahli pernapasan terkemuka dari Shanghai memperingatkan bahwa konsumsi obat antivirus secara membabi buta dapat menyebabkan resistensi obat dan komplikasi kesehatan lainnya.

Karena belum adanya vaksin atau pengobatan spesifik untuk HMPV, penanganan lebih banyak berfokus pada pengelolaan gejala dan pencegahan. Kebersihan yang baik dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menekan penyebaran virus ini.

Langkah Pencegahan Efektif

Tindakan pencegahan sederhana dapat membantu menurunkan risiko infeksi HMPV dan virus pernapasan lainnya:

– Gunakan masker, terutama di tempat umum atau saat berada di lingkungan yang padat.

– Hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala sakit.

– Tingkatkan sistem imun melalui pola makan sehat dan olahraga teratur.

Dengan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan, kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan kesehatan ini. Edukasi publik mengenai pentingnya langkah-langkah pencegahan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah wabah yang lebih luas. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page