Abu Janda : Muslim di Negara Lain Tahun Baruan, di Indonesia doang Norak dan Ribet

Avatar of Redaksi
Kolase tangkapan layar video pegiat sosmed Abu Janda @permadiaktivis2 yang menyoroti pengharaman merayakan tahun baru (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Kolase tangkapan layar video pegiat sosmed Abu Janda @permadiaktivis2 yang menyoroti pengharaman merayakan tahun baru (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Permadi Arya, yang dikenal sebagai Abu Janda, kembali memancing perhatian publik melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @permadiaktivis2, Minggu (29/12/2024).

Dalam video berdurasi 56 detik itu, Abu Janda menanggapi klaim yang menyebut perayaan tahun baru masehi haram bagi umat Islam.

Sebelumnya, video seseorang perempuan yang juga penulis buku Tria Mereka dalam akun instagram miliknya @triameriza beredar menyatakan tahun baru masehi, bukanlah hari raya umat Islam, melainkan milik kaum kafir, khususnya kaum Nasrani.Maka, haram hukumnya seorang muslim ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi.

Menanggapi hal itu, Abu Janda memberikan tanggapan keras, didalam video balasannya.

“Baru kemarin haramin Natal, sekarang sudah haramin lagi tahun baru, ribet banget ya hidup? Padahal Muslim di Arab Saudi juga rayain tahun baru, santai aja.” ujar Permadi dalam video tersebut

Abu Janda juga menambahkan contoh negara-negara mayoritas Muslim yang merayakan tahun baru dengan santai, sambil menyertakan potongan video perayaan di negara-negara tersebut.

“Contohnya Muslim di Uni Emirat Arab, di Qatar, di Kuwait juga rayain tahun baru santai aja bos, lihat itu” jelasnya

Abu Janda memberikan kritik tajam terhadap pandangan tersebut. Ia menilai bahwa hanya sebagian Muslim di Indonesia yang mempermasalahkan perayaan tahun baru.

“Semua Muslim di negara lain rayain tahun baru, cuma Muslim di Indonesia doang, yang otaknya norak bin ribet,” sindirnya dengan jelas.

Di akhir video, ia kembali memberikan pernyataan yang memancing tawa sekaligus perdebatan. Ia mempertanyakan masalah yang sebenarnya terjadi, sambil menyebut bahwa kurangnya asupan gizi ke otak mungkin menjadi penyebab pola pikir yang terbelakang dan primitif. Ia mengakhiri dengan menggelengkan kepala, mengekspresikannya dengan rasa heran. (Steven/*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page