Spirit Toleransi dan Kebersamaan: Gusdurian Mojokerto Hadiri Perayaan Natal di GPIB Immanuel

Avatar of Redaksi
Semangat kebersamaan di Perayaan Natal GPIB Immanuel, Ketua Gusdurian Mojokerto, Mochamad Kholiluloh berikan sambutan hangat, Jumat (27/12/2024) (Innka / Kabarterdepan.com)
Semangat kebersamaan di Perayaan Natal GPIB Immanuel, Ketua Gusdurian Mojokerto, Mochamad Kholiluloh berikan sambutan hangat, Jumat (27/12/2024) (Innka / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Gusdurian Mojokerto turut menghadiri perayaan Natal 2024 yang berlangsung di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jalan Ahmad Yani, Mergelo, Purwotengah, Kota Mojokerto, Jumat (27/12/2024).

Kehadiran Gusdurian ini menjadi simbol kuat semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. Mereka tiba di gereja tepat saat ratusan jemaat tengah mengikuti perayaan malam Natal yang penuh khidmat dan sukacita.

Dalam sambutannya, Ketua Gusdurian Mojokerto, Mochamad Kholilulloh, menyampaikan pesan damai dan kebersamaan kepada seluruh jemaat.

“Saya bersyukur malam ini bisa hadir di sini dalam keadaan sehat dan baik. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengasihi sesama manusia, bertujuan menjadikan Indonesia lebih nyaman dan damai. Selamat Natal 2024 dan selamat Tahun Baru 2025,” ujarnya.

Kholilulloh juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi sebagai kunci persatuan bangsa.

“Harapan utama kita adalah selalu menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menjaga persatuan dan kesatuan. Indonesia tidak akan pernah bubar atau hancur jika semua individu menanamkan toleransi dalam dirinya untuk sesama,” tambahnya.

Ia turut menyoroti komitmen komunitas Gusdurian yang setiap tahun rutin mengadakan Safari Natal.

“Lewat silaturahmi ini, kita menjaga persatuan antar sesama manusia, dan momentum perayaan Natal menjadi momen terbaik untuk mempererat kebersamaan,” jelas Kholilulloh.

Sementara itu, Pendeta GPIB Immanuel, Erika Tataung, dalam khotbahnya menyampaikan pesan mendalam tentang makna Natal.

“Perayaan Natal tahun ini mengajarkan kita tentang kesederhanaan. Kristus yang lahir membawa sukacita besar bagi dunia. Biarlah umat Kristiani, di mana pun berada, menjadi terang dan membawa dampak baik di lingkungan sekitarnya,” ucap Erika Tataung.

Pendeta Erika juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran ibadah Natal.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian, TNI, dan relawan yang telah membantu menjaga keamanan ibadah di GPIB maupun di gereja-gereja lainnya. Berkat mereka, kami bisa beribadah dengan tenang dan penuh kedamaian,” ungkapnya.

Setelah ibadah selesai, perayaan malam Natal ditutup dengan penuh sukacita. Jemaat saling berbagi kebahagiaan, diiringi pemberian hadiah yang menambah semarak malam Natal.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya persaudaraan dalam keberagaman. (Innka / *)

Responsive Images

You cannot copy content of this page