Review Squid Game Season 2, Apakah Layak Ditonton dan Sebagus Musim Pertama?

Avatar of Redaksi
IMG 20241228 WA0005 scaled
Potret cuplikan serial Squid Game Season 2 (@squidgame)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Serial Netflix Korea Selatan yang menyoroti ketimpangan ekonomi melalui permainan mematikan kembali mencuri perhatian. Setelah debutnya pada September 2021, Squid Game menjadi fenomena global dan tercatat sebagai serial non-Inggris paling banyak ditonton di Netflix. Simbol-simbol uniknya seperti penjaga berseragam merah muda, pakaian peserta hijau, hingga wajah ikonik Lee Jung-jae berubah menjadi meme yang mendunia.

Squid Game Season 2, karya Hwang Dong-hyuk, membuktikan dirinya bukan sekadar sekuel belaka. Dengan cerita yang tetap tajam dan sarat kritik sosial, serial ini mengukuhkan statusnya sebagai fenomena budaya. Kali ini, fokusnya bukan hanya permainan, tetapi juga eksplorasi psikologis para karakternya, khususnya Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) yang kembali menghadapi siklus kengerian baru.

Musim pertama memukau dengan estetika kontras di mana permainan anak-anak diubah menjadi ajang berdarah. Musim kedua mempertahankan formula ini dengan menambahkan lapisan baru. Gi-hun, yang memenangkan permainan sebelumnya, kini menggunakan kekayaannya untuk melawan sistem. Namun, perjuangannya berujung pada kembalinya ia ke permainan, kali ini dengan pemahaman lebih dalam tentang siapa musuhnya si Front Man alias Hwang In-ho (Lee Byung-hun).

Permainan klasik seperti Red Light, Green Light kembali hadir, tetapi kini dengan sentuhan lebih personal. Gi-hun menghadapi dilema moral dan pengkhianatan yang menguji idealismenya. Musim ini juga memperkenalkan mekanisme baru, seperti pemungutan suara yang menentukan kelanjutan permainan, menambah ketegangan di antara para pemain.

Selain Gi-hun, musim kedua membawa sejumlah karakter baru dengan latar belakang menarik di antaranya member boygroup terkenal Choi Seung-hyun alias T.O.P berperan sebagai Thanos, seorang rapper yang bangkrut akibat investasi kripto, mencuri perhatian dengan karisma uniknya. Kang Ae-sim sebagai Geum Jamenyentuh hati dengan perjuangannya melunasi utang demi putranya, yang ternyata ikut dalam permainan. Sementara itu, aktor Park Sung-hoon sebagai Hyun Ju, seorang veteran transgender, menambah kedalaman narasi dengan kisah diskriminasi dan perjuangannya.

Meskipun Gi-hun tetap menjadi pusat cerita, karakter-karakter baru ini memberikan dinamika segar yang menjaga serial tetap menarik. Hubungan mereka memperkuat tema utama serial: manusia sering menjadi musuh terbesar dirinya sendiri.

Worth it untuk Ditonton?

Hwang Dong-hyuk, yang kembali menulis sebagian besar musim ini, berhasil menyusun alur yang kompleks namun memikat. Namun, tidak semua subplot memiliki dampak yang sama. Misalnya, pencarian Jun-ho untuk mengungkap lokasi permainan terasa kurang substansial dibandingkan perannya sebagai penjaga di musim pertama.

Meski begitu, musim kedua tetap mampu mempertahankan elemen kejutannya. Dialog yang tajam, permainan brutal, dan konflik moral membuat serial ini tetap relevan dan menggugah pemikiran.

Squid Game musim kedua tidak hanya berhasil melanjutkan warisan musim pertamanya. Dengan kritik tajam terhadap kesenjangan sosial dan perjuangan moral yang intens, serial ini menunjukkan bahwa, baik di dalam maupun di luar permainan, pelarian dari ketidakadilan adalah sesuatu yang sulit dicapai. Keberhasilan musim kedua menegaskan bahwa Squid Game bukan sekadar serial, tetapi cerminan realitas yang menggugah. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page