Pasca Banjir Bandang di Tapanuli Selatan, Warga Gotong Royong Bersihkan Material

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241220 131251
Warga gotong royong bersihkan material pasca banjir di Tapanuli Selatan. (Suhartono/kabarterdepan.com)

Tapanuli Selatan, kabarterdepan.com- 
Pasca banjir bandang yang menghantàm Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (18/12/2024), warga gotong royong membersihkan material sisa banjir.

Bencana banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan deras sejak pagi hingga petang sehingga menjadi penyebab meluapnya sungai yang melintas di wilayah tersebut.

Banjir Bandang ini juga menghantam sejumlah rumah ibadah, sekolah, serta ratusan kendaraan, baik roda dua hingga roda empat, yang ikut tersapu dan tertimbun material lumpur banjir.

Pasca banjir, aparat pemerintah, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat lakukan gotong royong bersih-bersih material banjir dengan menggunakan peralatan manual dan alat berat.

Hal itu seperti diutarakan Camat Tano Tombangan (Tantom) Indra Sakti, masyarakat dibantu pihak pemerintahan Desa, kecamatan dan Kabupaten serta aparat dari TNI dan Polri membersihkan sisa-sisa lumpur banjir.

“Hari ini kita laksanakan gotong royong dan alat berat, siang tadi sudah datang. Adapun fokus pengerjaan gotong royong yang pertama untuk mengatasi sungai di situ yang tersumbat, dikhawatirkan bila turun hujan, Kalau sudah diatasi alirannya, tersalurkan kesana,” ungkap Indra Sakti.

Lanjut Indra Sakti, pihaknya juga telah mendirikan Posko pengungsian dan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kita telah mendirikan tiga posko, yakni Bagas Godang Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon, Desa Simaninggir, gereja GKP Desa Kota Tua, serta posko pelayanan Kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.

Masih kata Camat Tano Tombangan Indra Sakti, alat berat juga telah diturunkan dalam membantu dan mempermudah pengerjaan Gotong Royong membersihkan material sisa banjir bandang.

“Siang tadi alat berat telah diturunkan, dan mudah-mudahan petang ini satu alat berat kembali turun, jadi dua alat berat sudah diturunkan,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Khairani Dalimunte, salah seorang warga yang rumahnya terkena banjir bandang mengatakan, kondisi rumahnya rusak parah dan tanpa menyisakan harta benda.

“Gak ada yang bisa terselamatkan, hanya baju,”tuturnya. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page