
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Taufik Arsala (20), mahasiswa jurusan matematika warga Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto sukses ternak burung puyuh petelur yang bisa menghasilkan puluhan kilogram telur puyuh dalam setiap harinya.
Setiap harinya, remaja yang masih mengemban Ilmu Tadris Matematika di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Kecamatan Pungging ini sibuk mengurus hewan ternaknya mulai dari memberi makan dan membersihkan kandangnya. Sedangkan untuk menimba ilmu, ia menyempatkan waktu malam hari
la pun mampu menghasilkan pundi pundi rupiah dari hasil telur burung puyuh sebanyak 2000 ekor burung yang dipelihara di sisa tanah belakang rumahnya.
“Dalam sehari bisa 18 kilogram, diambil sama pengepul 1 minggu dapat 1 kwintal, kata Taufik,” Sabtu (14/12/2024) pagi.
Telur puyuh hasil panen itu, dalam seminggu dibeli oleh salah satu tengkulak dengan dihargai Rp. 30.000 / 1 kilogramnya.
“Seminggu bisa menghasilkan 3 jutaan, kalau 1 bulan bisa 12 juta,” jelasnya.

Uang hasil ternaknya itu yang masih berjalan sekitar satu tahun terakhir ini, lanjut Taufik, ia manfaatkan untuk membiayai kebutuhan kuliah dan kebutuhan sehari-hari.
“Kalau uangnya saya buat biaya kuliah, bisa buat jajan dan memberi orang tua,” tandasnya.
Dengan melihat keuletan Taufik ini, tentu bisa menjadi inspirasi baik bagi mahasiswa ataupun masyarakat untuk bisa lebih jeli melihat peluang bisnis, sehingga bisa dimanfaatkan. (*)
