
Internasional, Kabarterdepan.com – Sebuah video yang diunggah oleh akun X @HajjahZaizai memperlihatkan keributan di dalam sebuah kereta di Taiwan ramai menjadi perbincangan.
Video tersebut memicu perdebatan setelah akun @JaChutimon menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya dalam bahasa Thailand, Rabu (11/12/2024).
Menurut penuturan akun tersebut, kejadian bermula ketika sebuah keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, dan ana tidak mendapatkan kursi untuk tiga orang di kereta. Sang ibu meminta izin kepada penumpang lain agar mereka bertiga bisa duduk bersama, dan penumpang lain itu setuju untuk bertukar kursi.
Namun, saat mereka hendak duduk, seorang perempuan berbaju biru mengambil salah satu kursi mereka. Setelah terjadi perdebatan kecil, perempuan berbaju biru itu akhirnya pindah ke kursi lain yang agak jauh.
Masalahnya tidak berhenti di situ. Sesampainya di stasiun berikutnya, perempuan berbaju biru tersebut kembali mendatangi kursi keluarga itu dan diduga menyiramkan air hangat ke kepala anak kecil tersebut.
Sang ibu yang melihat kejadian itu langsung marah. Namun, perempuan berbaju biru itu menyangkal dan berpura-pura tidak sengaja menumpahkan air sambil membersihkan mulutnya. Padahal, tubuh sang anak basah kuyup dari kepala hingga paha.
Adu mulut pun terjadi antara keduanya. Perempuan berbaju biru tersebut kemudian berusaha memosisikan dirinya sebagai korban dengan berteriak dan menangis, menarik perhatian penumpang lain di gerbong tersebut. Tidak tahan dengan situasi tersebut, ibu sang anak menyiramkan air balik ke perempuan tersebut, seperti yang terlihat dalam video yang viral.
Untuk menyelesaikan perselisihan, akhirnya pihak kereta memanggil polisi dan memeriksa CCTV untuk membuktikan kebenaran. Penumpang lain di gerbong tersebut bersedia menjadi saksi untuk mendukung ibu tersebut. Beberapa bahkan memberikan kartu nama kepada polisi sebagai bentuk dukungan.
Sementara itu, sang anak terpaksa berganti pakaian di kereta karena basah kuyup akibat insiden tersebut. Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga perilaku di tempat umum dan mencari solusi damai dalam menyelesaikan konflik. (Riris*)
