
Jakarta, Kabarterdepan.com – Ledakan dahsyat mengguncang spa bernama Winner di Jalan Lamandau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2024). Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada gedung, memicu kepanikan, dan melukai tujuh orang. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh kebocoran gas dari mesin sauna di lokasi tersebut.
Menurut keterangan saksi, ledakan bermula saat salah satu staf mencium bau gas bocor dari ruang sauna di lantai dasar. Ia segera meminta tamu keluar dari ruangan. Beberapa saat kemudian, sebuah ledakan keras terjadi, meruntuhkan tembok ruang mesin sauna dan memecahkan kaca di sekitar lokasi. Para karyawan dan pengunjung spa berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Seorang manajer spa yang berada di lantai dua mendengar suara ledakan saat hendak turun untuk membantu evakuasi. Ketika tiba di lantai dasar, ia mendapati empat orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan tembok dan pecahan kaca. Keempat korban terdiri dari seorang teknisi, kapten, sekuriti, dan seorang terapis.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, melaporkan bahwa pihaknya mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 42 personel untuk menangani situasi.
Upaya pemadaman dan sterilisasi berlangsung hingga malam hari. Selain itu, polisi juga turut dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan memastikan keselamatan warga sekitar.
Di sisi lain, asap tebal masih mengepul dari bagian belakang gedung hingga sore hari. Beberapa petugas pemadam kebakaran terlihat mengenakan masker untuk menembus kepulan asap yang keluar dari ruang basement.
Ledakan tidak hanya merusak bagian dalam gedung spa, tetapi juga menyebabkan tembok ruang mesin sauna roboh, merusak bagian depan gedung, dan menimbulkan suara keras yang terdengar hingga ke area sekitar. Beberapa warga yang berada di dekat lokasi sempat mengira bahwa ledakan tersebut merupakan serangan bom.
Seorang saksi mata, Pauli (69), yang berada di lantai enam Gedung Kejaksaan Agung, mendengar suara ledakan dari arah depan.
“Saya kira itu bom, karena suaranya sangat keras,” ujarnya.
Begitu keluar gedung, Pauli melihat kepulan asap hitam sudah menyelimuti area di sekitar Jalan Lamandau.
Tujuh orang yang terluka dalam peristiwa ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Aritonang, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Tiga korban adalah warga di sekitar lokasi karena tembok jebol, sementara empat korban lainnya adalah staf spa,” jelasnya.
Tim dari kepolisian, termasuk Gegana dan Brimob, masih berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan. Dugaan awal menyebutkan bahwa ledakan berasal dari tabung gas yang digunakan untuk memanaskan air di mesin sauna. Namun, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari para saksi dan pegawai spa. Para staf yang selamat sementara dikumpulkan di Warung Prestasi (Wapress) yang terletak di seberang lokasi kejadian. Mereka diminta menyerahkan identitas dan memberikan keterangan awal kepada penyidik.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya mensterilkan area dan mengendalikan situasi. Warga sekitar terus memadati lokasi untuk menyaksikan proses penanganan. Sementara itu, pihak spa belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya pemeriksaan berkala terhadap instalasi gas di fasilitas umum demi mencegah kejadian serupa di masa depan. (Firda*)
