
Nganjuk, Kabarterdepan.com – Kabupaten Nganjuk merupakan daerah pariwisata dengan sektor unggulannya pegunungan. Namun di beberapa ruas jalan kabupaten masih terdapat jalan rusak parah.
Beberapa akses jalan desa menuju tempat wisata di sepanjang desa terdapat banyak lubang, dan tidak merata.
Kondisi ini membuat wisatawan yang menggunakan motor ataupun sepeda harus ekstra hati-hati karena harus melewati beberapa jalan berlubang.
Pantauan akses jalan di objek Wisata Jolotundo, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pengendara yang harus menghindar dari jalan berlubang.
Jalan yang rusak dan berlubang berada di Desa Karangsono, Kecamatan Loceret. Pintu masuk awal bila menuju ke tempat wisata Rorokuning dan Jolotundo. Kemudian titik lainnya berada di Desa Genjeng, agak tersendat karena jalan tidak rata.
“Meskipun destinasi wisata itu terkenal indah, kalau aksesnya jelek atau jalannya rusak parah, orang juga akan malas atau jadi tidak mau lagi berkunjung ke tempat itu karena masyarakat pasti berpikir aksesnya tidak mendukung,” kata Faisol, Wisatawan asal Gresik (39), ketika bersama wartawan, Selasa (10/12/2024).
Beberapa jalan berlubang apabila hujan menggenang sehingga menyebabkan kubangan air yang cukup tinggi sekitar 30 cm sampai 50 cm.
Ada lagi, wisatawan asal Madiun, Yudo (30) mengatakan seharusnya akses jalan wisata menjadi prioritas pembangunan.
“Ya ini kan akses umum, dan dirasakan banyak orang, harusnya jalannya bagus, karena menuju tempat wisata, aset lho mas,” kata Yudo saat berbincang.
Ia mengatakan jika sedang ramai, pasti membuat wisatawan terjebak ke jalan yang berlubang dari genangan air hujan.
“Tapi bagi kami cukup mengganggu, apalagi jika jalan berlubangnya tepat berada di tengah-tengah, kadang harus menghindar,” ucapnya.
Warga Desa Karangsono, Supar (45) mengatakan jalan berlubang dan tidak merata di objek wisata Jolotundo sudah lima tahun tidak diperbaiki.
“Memang awalnya lubang-lubang kecil, tapi kan ini tempat wisata banyak dihadiri orang dari berbagai daerah, ibaratnya jadi wajah pariwisata harusnya diperbaiki segera,” kata Supar.
Menurutnya jalan berlubang itu kalau turun hujan menggenang dan menjadi becek. “Apalagi kalau ramai jadi penyebab kemacetan jalan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disporabud) Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih mengakui masih adanya banyak jalan rusak di sepanjang objek wisata Bajulan dan Jolotundo.
“Untuk pemeliharaan jalan itu kami sudah minta ke Dinas Pekerjaan Umum (PUPR). Namun belum kunjung diperbaiki,” kata Sri Handariningsih kepada wartawan.
Menurutnya jalan rusak yang paling parah berada di Desa Karangsono dan Genjeng, sudah banyak wisatawan yang mengeluhkan dari pengunjung wisata.
“Adapun kalau lagi turun hujan menyebabkan pengendara sering mengalami kerusakan ban dan terpeleset,” pungkasnya.(Iskandar)
