Pemkab Banyuwangi Siapkan Mitigasi Bencana Hadapi Badai La Nina

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241210 132807
Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambido. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mulai menyiapkan mitigasi bencana menghadapi badai La Nina, seperti yang diungkapkan Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo, Senin, (9/12/2024).

Saat memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Terhadap Ancaman Banjir dan Banjir Bandang bersama stakeholder terkait, Guntur mengatakan bahwa badai tersebut berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Dampak badai La Nina adalah sering terjadi hujan yang berpotensi menjadi bencana hidrometeorologi,” kata Guntur.

Sehingga kemudian rapat yang membahas mitigasi bencana menurutnya diperlukan untuk mematangkan kesiapan semua pihak dan meminimalisir potensi kerugian yang terjadi.

“Mitigasi resiko timbul dialog yang bagus. Semua pihak akan saling bersinergi dan berkolaborasi melakukan pencegahan penanggulangan mitigasi resiko bencana,” ujarnya.

Pembahasan rapat antara lain adalah hasil survei dan pemetaan kondisi lahan di kawasan Erek-Erek Geoforest serta perkebunan di Kecamatan Licin dan Kecamatan Glagah.

Di wilayah tersebut, terdapat beberapa titik yang dari hasil studi terdapat kayu bekas penebangan yang meningkatkan potensi banjir.

“Ternyata per hari ini 95 persen material kayu sudah dievakuasi, disepakati 1-2 hari ini sudah bersih semua,” jelasnya.

Guntur memuji gerak cepat yang dilakukan karena menurutnya hal tersebut harus dilakukan untuk mitigasi kemungkinan ada hujan deras, sebab jika tidak dievakuasi, kayu-kayu tersebut bisa saja masuk ke sungai dan meningkatkan potensi banjir bandang.

Sementara itu, ditambahkan Wakil Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Rahman Hadi Suroso mengatakan bahwa Perhutani siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan mitigasi bencana banjir bandang yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Sebagai buktinya Perhutani telah melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BPBD Banyuwangi untuk melakukan Pra Bencana dengan kegiatan Mitigasi Bencana, Ketika Bencana sampai dengan Penanganan Pasca Bencana,” urai Rahman. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page