Hujan Deras Sebabkan Genangan Air di Sepanjang Jalan Kota Mojokerto

Avatar of Redaksi
Salah satu potret genangan air di Mojokerto. (Firda / Kabarterdepan.com)
Salah satu potret genangan air di Mojokerto. (Firda / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi pada hari ini menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah Kota Mojokerto, Kamis (5/11/2024).

Genangan terjadi di sepanjang Jalan Semeru, Perumahan Magersari Indah, Jalan Penanggungan, Perumahan Kawi, bawah rel kereta di Benteng Pancasila, Pasar Tanjung, Jalan Letkol Sumarjo, Jalan Ahmad Yani, hingga Alun-Alun Mojokerto.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, memberikan penjelasan mengenai situasi ini. Menurutnya, genangan air bukan disebabkan oleh banjir, melainkan karena kondisi geografis Kota Mojokerto yang berada di cekungan serta curah hujan tinggi yang mengurangi daya serap tanah.

“Kota Mojokerto berada di ujung daerah aliran sungai (DAS), sehingga air dari hulu mengalir ke sini. Dengan kondisi cekungan, genangan mudah terjadi ketika curah hujan sangat tinggi seperti hari ini,” papar Ali Kuncoro.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah kota telah memiliki langkah-langkah antisipasi yang tertuang dalam Standar Operasional Prosedur (SOP). Salah satu langkah utama adalah mengaktifkan 19 rumah pompa yang tersebar dan aktif, di setiap kecamatan untuk menyalurkan air genangan ke tujuh aliran sungai yang melewati Kota Mojokerto.

“Kami telah mengaktifkan rumah pompa agar air yang menggenang bisa segera disalurkan ke sungai. Selain itu, seluruh jajaran kami siaga untuk memantau kondisi wilayah masing-masing, terutama pada malam hari. Kami juga berkomunikasi dengan PLN agar listrik di daerah terdampak segera pulih,” ujarnya.

Moc. Ali Kuncoro juga menjelaskan bahwa pemerintah Kota Mojokerto telah membangun kolam retensi dan memperbesar saluran drainase di sejumlah titik sebagai upaya mitigasi tahunan.

Selain itu, tanggul-tanggul yang kritis akan segera diperbaiki, dan sistem peringatan dini (Early Warning System) telah dipasang di beberapa sungai untuk memberi informasi kepada warga jika ada kenaikan debit air secara signifikan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota siap memenuhi kebutuhan warga jika genangan air belum surut sepenuhnya.

“Apabila ada warga yang masih terdampak dan tidak bisa beraktivitas, menjadi kewajiban kami untuk menyediakan bantuan, termasuk kebutuhan pangan. Langkah cepat dan aktif akan terus kami lakukan agar masyarakat tidak merasa sendiri,” pungkasnya.

Hingga malam ini, genangan di beberapa titik mulai surut, namun warga diimbau untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah juga meminta warga untuk melaporkan jika ada kondisi darurat agar dapat ditangani dengan segera. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page