
Sragen, kabarterdepan.com – Tak terawat banyak sampah berserakan air kolam berwarna hijau dipenuhi lumut, nampak struktur bangunan kolam mulai tetak, beberapa fasilitas pendukung kamar mandi, alat permainan mengalami kerusakan.
Mirisnya, sebagian warga masyarakat setempat menilai kondisi kolam renang yang berada di cekungan bukit itu diduga sengaja dibiarkan tak terawat dan terbengkalai bahkan tekesan angker.
Demikian gambaran kolam renang hasil program inovasi Desa bidang wisata di Desa Bonagung Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Kolam renang milik pemerintah desa (Pemdes) setempat yang digadang gadang sebagai program inovasi unggulan itu dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp.350 juta itu mulai sepi dan tak terurus sejak pandemi Covid-19.
Minimnya pengalaman dalam pengelolaan bidang wisata desa dan carut marut kepengurus BUMdes diduga sebagai salah satu penyebab kolam wisata desa tersebut mengalami gagal fungsi.
Kolam yang dibangun pada 2019 di lahan milik desa seluas 3 hektare ini awalnya dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bonagung, ditengah gempuran serangan Covid 19 pemerintah Desa setempat dikabarkan telah berupaya merubah kepengurusan BUMDes.
Pergantian kepengurusan BUMdes diharapkan mampu untuk memberikan solusi yang dapat menghidupkan kembali fungsi dari wisata kolam renang tersebut.
Namun hingga kini carut marut pergantian kepengurusannya tidak ada kejelasan pasti. Pemerintah desa terkesan sudah tidak mampu lagi untuk mengelola program inovasi desa tersebut.
Kades Bonagung, Suwarno saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu mengatakan, tidak menampik kondisi kolam renang yang dulu ramai saat ini mangkrak tak berfungsi.
Suwarno beralasan, hal itu terjadi karena pengurus BUMDes mengundurkan diri dan pihak desa masih mencari penggantinya
“Kami masih mencari pengganti pengurus BUMDes untuk mengurusi kolam renang tersebut. Semoga pengurus baru nanti bisa melanjutkan pengelolaan kolam renang tersebut,” ujarnya
Kepada media, Kades Bunagung mengaku selain anggaran dana desa (DD) kolam renang tersebut juga sudah menelan dana pribadinya dan para donatur warga Bunagung setempat hingga ratusan juta rupiah.
“Dalam upaya memajukan kolam renang itu, uang pribadi saya dan sumbangan donatur senilai Rp.130 juta ikut masuk didalamnya,” tandasnya.
Sementara itu, Inspektur Kabupaten Sragen Badrus Samsu Darusi saat dikonfirmasi tentang kondisi wisata kolam renang tersebut mengatakan, pihaknya akan segera turun kelapangan untuk melakukan klarifikasi kepada pemerintah Desa Bunangung.
“Terimakasih Infonya kami (Inspektorat) akan klarifikasi dulu,” singkatnya melalui pesan WhatsApp. (Masrikin)
