
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menerima gelar Daeng Malolo dari masyarakat adat Bugis Mandar di Balai Adat Mandar, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi pada Selasa, (26/11/2024).
Gelar yang diberikan kepada wanita kelahiran 10 September 1974 itu memiliki makna wanita cantik mulia yang pemberani dan diberikan langsung dari cicit Imam Lapeo Sulawesi Barat.
“Sebuah kehormatan kami dinobatkan sebagai keluarga kehormatan masyarakat Bugis Mandar. Semoga gelar yang diberikan bisa kami jaga karena ini adalah sebuah amanah yang diberikan kepada kami,” kata Ipuk Fiestiandani.
Ditambahkan Ipuk, gelar tersebut adalah kebanggan serta kehormatan yang tak terhingga, juga menjadi tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan mempertanggung jawabkan apa yang akan dilakukan di masa depan.
“Ini adalah tanggung jawab besar. Semoga apa yang diberikan, kami mampu menjalaninya dengan sebaik-baiknya,” harap Ipuk.
Sementara itu, Ipuk mengurai bahwa Pemkab Banyuwangi terus membersamai seluruh suku yang ada di Banyuwangi untuk terus berkembang namun tetap menjadi bagian dari masyarakat Banyuwangi.
“Kami berkomitmen merangkul semua kalangan. Banyuwangi maju karena keberagaman,” tuturnya.
Ke depan, Ipuk berharap semua suku memiliki peran yang sama dalam pembangunan Banyuwangi di samping mempertahankan persatuan dan kebersamaan.
“Mari terus bergotong royong, saling menghormati dan menjaga kerukunan antar sesama,” pesan Ipuk. (Fitri)
