
Mandailing Natal, kabarterdepan.com – Polres Mandailing Natal (Madina) angkat bicara terkait sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat Desa Pidoli Lombang Mandailing Natal (Madina) yang melakukakan demo dengan aksi blokade di Jalan Wiliam Iskandar titi kuning Simpang STAIN Madina, Jumat (22/11/2024).
Wakapolres Madina Kompol Marluddin, yang didampingi sejumlah perwira kepada wartawan mengatakan, demo ini sehubungan kaitannya dengan kasus pemerkosaan yang terjadi di Taman Raja Batu beberapa pekan lalu.
Dalam pengembangan kasus tersebut ditetapkan Satu tersangka dan saat ini sedang ditahan di Polres Madina.
“Namun tadi saat salat jumat, di masjid di umumkan bahwa polisi telah melepaskan tersangka tersebut. sehingga mungkin masyarakat tidak sempat cek menanyakan ke kepala Desa atau ke aparat kepolisian langsung mengimbau beramai ramai memblokir jalan simpang STAIN Madina ini,” terangnya Jumat (22/11/2024).
“Namun setelah kita berikan pengertian dan mereka mengetahui, jadi saat ini sudah berangsur-angsur jalannya sudah dibuka dan lalu lintasnya telah lancar,” sambung kompol Marluddin.
Masih penjelasan Kompol Marluddin, Saat ini kepala Desa pidoli lombang bersama masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat kita bawa ke polres.
“Agar mereka bisa menyaksikan secara langsung bahwa tersangka tidak dilepas dan masih ada di dalam sampai saat ini,” pungkas Wakapolres Madina ini.
Wakapolres Madina menambahkan, untuk para pelaku yang berjumlah tiga orang lagi pihak kepolisian masih terus melakukkan pencarian keberadaannya.
“Tadi malam pun sudah melakukan pengerebekan ke rumah-rumah dimana tempat mereka bersembunyi, Namun belum berhasil dan akan mengupayakan untuk segera mungkin ditangkap.” tutupnya.
Diketahui, demo itu menuntut pelaku tindakan pelecehan seksual yang disertai pemerasan terhadap sepasang sejoli di Taman Raja Batu (TRB), Desa Parbangunan pada (6/11/2024). Salah satu korbannya merupakan warga Pidoli Lombang.
Massa menuntut agar para pelaku dalam kasus tersebut untuk segera ditangkap semua. (Suhartono)
