
Banyuwangi, kabarterdepan.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memberikan pendampingan bagi keluarga CNA, bocah siswi MI asal Kecamatan Kalibaru yang menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan, Rabu, (13/11/2024).
“Pemkab Banyuwangi menurunkan tim secara penuh untuk mengetahui perkembangan kasus ini secara detail,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Kamis, (21/11/2024).
Pemkab Banyuwangi disebutnya juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga, terutama ibu korban yang saat ini tengah hamil semester ketiga.
“Ibu korban butuh pendampingan. Melalui Dinsos PPKB (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), kita berikan psikolog memulihkan agar tidak trauma,” tutur Sugirah.
Karena sejak hari kejadian, ibu korban yang shock tak bisa diajak komunikasi sama sekali karena tekanan mental yang dirasakan.
“Setelah pendampingan beberapa waktu, alhamdulillah ibu korban mulai bersedia berkomunikasi dan makan,” ungkap Sugirah.
Namun begitu, Pemkab Banyuwangi juga disebutnya telah menyiapkan rumah aman yang dapat digunakan kapan pun oleh keluarga jika dibutuhkan untuk pemulihan mental.
“Rumah aman sudah kita siapkan untuk kuratif mengupayakan kondisi keluarga kembali ke sedia kala,” harap Sugirah.
Sugirah juga meyakinkan bahwa Pemkab Banyuwangi siap mencukupi semua kebutuhan keluarga korban, termasuk pengamanan bekerja sama dengan kepolisian.
“Kita semua kerja bareng untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini,” yakinnya.
Termasuk pendampingan hukum juga akan dilakukan hingga kasus terungkap dan kasus selesai sampai tuntas. (Fitri)
