
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Jumlah saksi kasus pembunuhan CNA, siswi madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi pada Rabu, 13 November 2024, kian bertambah.
“Saat ini kami sudah memeriksa 23 saksi,” terang Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega pada Selasa, 19 November 2024.
Vega mengatakan, kepolisian membutuhkan waktu lebih lama untuk pemeriksaan karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang telah rusak saat pertama kali mendatangi lokasi.
Ditambahkan Kasatreskrim, polisi juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menggali keterangan dari keluarga korban, terutama orang tua yang saat ini masih dalam keadaan tertekan psikologisnya.
“Mohon doanya agar kasus ini segera terungkap,” harap kasatreskrim.
Seperti diketahui, kondisi orang tua korban diketahui masih shock, beberapa hari setelah kematian anaknya, baik ayah maupun ibu korban belum dapat diajak berkomunikasi dengan baik.
Mereka berdua masih terus memanggil nama CNA, bocah periang berusia 7 tahun itu seolah tak mampu menerima kenyataan bahwa putri mereka telah meninggalkan mereka selama-lamanya.
Sebelumnya, CNA, bocah 7 tahun di Banyuwangi ditemukan bersimbah darah di kebun kosong yang jaraknya hanya 100 meter dari rumahnya saat jam pulang sekolah.
Korban pertama kali ditemukan saat pencarian pihak sekolah bersama ibu korban, diawali dengan penemuan sepeda korban di sungai, yang akhirnya tubuh korban ditemukan tak jauh dari lokasi sepeda yang diduga dibuang.
Sementara barang-barang milik korban seperti sepatu hingga liontin juga ditemukan di TKP, namun tak dalam satu tempat. Kini semua barang tersebut telah dikirim ke laboratorium forensik untuk diperiksa. (Fitri)
