Maraknya Kenakalan Remaja di Jombang, Marwiyah: PR bagi Tenaga Pendidik

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 11 19 at 1.56.22 PM
Ilustrasi siswa belajar di sekolah. (Rebeca/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Maraknya berbagai kejadian kenakalan remaja di Kabupaten Jombang menjadi PR bagi tenaga pendidik.

Bagaimana tidak, melihat maraknya kenakalan remaja di kalangan remaja, pendidikan karakter dirasa penting diaplikasikan dalam Pendidikan, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Selaku Guru Pendidikan Sosiologi, Marwiyah, S.S, M.Mpd menjelaskan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak.

“Karena di sekolah, sisa dihabiskan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Akan tetapi, anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar sekolah, sehingga peran orang tua sangat berpengaruh,” terangnya, Senin (11/11/2024).

Marwiyah menambahkan, pihak sekolah juga memberikan pembelajaran di luar ilmu pengetahuan. Sebagai tenaga pendidik, pihaknya juga memberikan bimbingan seperti nasihat-nasihat kepada siswa-siswi.

“Siswa yang masih berada di bawah umur masih labil, sehingga itu harus sering-sering dibimbing,” jelas Marwiyah.

Bentuk bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswa-siswi sangat berbagai macam. Mulai dari Bimbingan Konseling (BK) maupun bimbingan secara pribadi dari guru ke murid.

“Karena saya guru sosiologi, ada pokok bahasan tentang perilaku menyimpang. Sering saya tekankan bahwa usia sekolah memang masa-masa mencari jati diri, tapi jangan sampai tergabung dengan kelompok yang tidak baik,” imbuhnya.

Marwiyah menjelaskan, masa remaja adalah masa dimana anak lebih banyak percaya pada teman sebaya. Yang akhirnya kemungkinan, anak tersebut bergabung dengan kelompok yang tidak baik yang kemungkinan pengawasan anak kurang.

“Orientasi sekolah adalah kedisiplinan, sehingga ketika anak-anak di luar sekolah juga bisa tahu bagaimana memilih mana kelompok yang baik ataupun buruk untuk dirinya sendiri, dari situ kami mengantisipasi anak-anak tidak terlibat kejahatan,” terangnya.

Lanjut Marwiyah, peran orang tua harus lebih ditingkatkan lagi apabila masih ada anak-anak yang terlibat tindakan kriminal. Karena ketika malam hari adalah jam rawan.

“Apalagi sekarang adalah dunia digital, anak-anak lebih banyak nongkrong di mana saja. Sekarang anak-anak lebih enjoy bertemu dengan teman sebaya, itu yang perlu waspadai sebagai orang tua,” jelas Marwiyah. (Rebeca)

Responsive Images

You cannot copy content of this page