Pj Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Peran Guru dalam Membangun Generasi Tangguh

Avatar of Redaksi
IMG 20241119 WA0031 scaled
Pj Wali Kota Mojokerto saat memberikan sambutannya. (Riris / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Puncak Peringatan HUT PGRI ke-79 dan Anugerah Prestasi Hari Guru Nasional 2024 berlangsung di GOR Seni Mojopahit, Selasa (19/11/2024) pagi.

Bertemakan ‘Guru Bermutu Indonesia Maju’, seluruh anggota PGRI Kota Mojokerto bersama-sama merayakan Hari Guru Nasional Indonesia.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan penghargaan kepada sekolah, guru, dan siswa yang berprestasi di Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ali Kuncoro menyampaikan sebagai kepala daerah, ia berupaya untuk membawa Kota Mojokerto menuju gemilang dengan mewujudkan generasi tangguh melalui peran guru.

“Sebagai kepala daerah yang ada dipikiran saya, bagaimana bisa membawa daerahnya menuju ke arah yang gemilang dan berkualitas, maka diperlukan sebuah inovasi dan kreasi yang tidak kalah penting bagaimana mewujudkan generasi yang baik dan tangguh, itu semua maka tugas utama adalah di tangan para pendidik, di tangan para guru,” tuturnya.

Ali Kuncoro sepakat dengan permintaan dari Ketua PGRI Kota Mojokerto untuk menyejahterakan guru dan menjaga keselamatan guru karena di era sekarang banyak kasus guru yang dikriminalisasi.

“Saya sepakat apa yang disampaikan ketua PGRI bahwa guru kesejahteraannya harus ditingkatkan, bahwa keselamatan guru harus dijamin, eranya sudah berubah, banyak guru dikriminalisasi bahkan banyak murid berani sama guru,” paparnya.

IMG 20241119 WA0070 scaled
Pemberian penghargaan kepada guru berprestasi oleh Pj Wali Kota Mojokerto. (Riris / Kabarterdepan.com)

Ia menyampaikan bahwa Kota Mojokerto telah memprioritaskan pendidikan di urutan pertama dalam alokasi APBD.

“Program nasional kedepan masih sama, bahwa APBD (Kota Mojokerto) yang menjadi priority (prioritas) adalah pendidikan nomer satu,” imbuhnya.

Pj Wali Kota Mojokerto juga mengimbau agar para guru meningkatkan kemampuannya, dengan berkembangnya teknologi AI, ia ingin agar guru tetap membaca dan meningkatkan literasinya.

“Kemampuan guru juga harus ditingkatkan, sekarang ada yang namanya AI belum lagi yang namanya kecerdasan buatan yang sangat membantu, tapi hati-hati, harus terus mau membaca, jangan sedikit-sedikit tanya ChatGPT, harus sering-sering membaca mana yang baik mana yang tidak baik,” tegasnya.

Selain itu, Ali Kuncoro juga menjelaskan ada beberapa istilah untuk menyebut guru berdasarkan kemampuannya mulai dari istilah good teacher, medium teacher, excellent teacher sampai great teacher.

“Ada istilahnya good teacher hanya bisa ngomong tapi dia tidak tau esensinya itu karena literasi kita masih rendah. Istilah setelah good teacher adalah medium teacher ini bisa menerangkan, mengerti apa yang disampaikan. Di atasnya ada excellent teacher bagaimana guru bisa mendemonstrasikan apa yang bisa diajarkan, ada lagi great teacher adalah guru yang bisa menginspirasi muridnya,” jelasnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan pesan kepada semua guru yang hadir untuk terus berkarya dan mempertahankan gelar pahlawan tanpa jasa.

“Terus berkarya, terus menjadi pahlawan tanpa jasa di negeri ini.” Pungkasnya.

Dengan digelarnya acara peringatan tersebut, dapat memperkuat solidaritas guru dan seluruh komponen pendidikan serta mendorong kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada kompetensi guru.

Diketahui, acara tersebut dihadiri sebanyak 800 peserta dari guru TK-SMA se-Kota Mojokerto dan jajaran Forkopimda. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page