Mentan Sebut Gaji Petani Milenial Rp10 Juta, Ini Penjelasannya

Avatar of Redaksi
IMG 20241116 WA0005
Potret Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (@a.amran_sulaiman / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Menteri Pertanian berjanji akan memberi gaji Rp10 juta perbulan kepada pemuda generasi milenial yang ingin menjadi petani.

Berita itu menjadi viral di media sosial dan ramai diperbincangkan publik. Berdasarkan persepsi publik, generasi milenial yang mau menjadi petani nantinya akan digaji Rp10 juta oleh Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meluruskan berita tersebut. Ia menyampaikan pihaknya ingin membina generasi milenial dan generasi Z untuk menjadi enterpreneur melalui cluster pertanian modern untuk menarik 52% dari mereka.

“Kami ini ingin membina milenial menjadi entrepeneur, menjadi pengusaha, wirausaha. Kami membuat rancangan pertanian modern untuk menarik milenial yang ada nilai jumlahnya 52 persen, milenial dan generasi Z masuk ke sektor pertanian,” paparnya dalam wawancara yang dilansir dari saluran Kementerian Pertanian, Jumat (15/11/2024).

Pihaknya berupaya untuk membuat sektor pertanian lebih menarik dengan memanfaatkan peralatan canggih seperti drone dan Combiner Harvester serta teknologi lainnya yang mendukung efisiensi dan modernisasi dalam pengelolaan pertanian. Selain itu, dengan menciptakan sebuah cluster yang mengintegrasikan teknologi tinggi.

“Caranya adalah bagaimana sektor pertanian lebih menarik daripada menjadi pegawai, caranya adalah kami membuat cluster menggunakan teknologi tinggi, menggunakan peralatan drone, combiner harvester, dan seterusnya,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebutkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menghibahkan alat mesin pertanian berteknologi tinggi senilai Rp3 miliar untuk dikelola dengan membentuk kelompok, satu kelompok mengelola 200 hektar.

“Pemerintah yang beli peralatan kemudian membentuk kelompok atau brigade, satu kelompok 15 orang mengelola 200 hektar,” tambahnya.

Bila diperhitungkan, hasil dari produktivitas pertanian tersebut perbulan mampu menghasilkan penghasilan minimal Rp10 juta bersih per orang bahkan bisa sampai Rp20 juta.

“Kita hibahkan, dia kelola alat ini, penghasilannya minimal Rp10 juta perbulan bersih per orang, bisa Rp20 juta,” ungkapnya.

Diungkapkan juga program petani milenial sekarang sudah ada 20.000 orang yang mendaftar dan 3.000 orang di antaranya yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi sudah diterjunkan untuk mengelola cluster tersebut.

Menurutnya, ada dua dua hal utama yang perlu diperhatikan untuk menarik minat milenial yaitu pertama, pendapatan yang lebih tinggi daripada menjadi pegawai dan kedua penggunaan teknologi tinggi. Tanpa itu, sektor pertanian yang masih berbasis tradisional tidak akan menarik perhatian mereka, bahkan jika dipaksa sekalipun.

“Milenial akan tertarik kalau pendapatannya lebih tinggi daripada jadi pegawai, yang kedua, menggunakan teknologi tinggi, kalau hanya tradisional tidak mungkin datang, mau dipaksa pun tidak,” pungkasnya. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page