Curhat Keluarga Bocah Korban Pembunuhan di Banyuwangi: Kami Tidak Punya Masalah

Avatar of Redaksi
IMG 20241114 WA0136
Kakek korban, Sutrisno. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Keluarga CNA, gadis cilik siswi kelas 1 madrasah ibtidaiyah di Kalibaru, Banyuwangi korban pembunuhan mengungkapkan rasa sakit hatinya kepada pelaku yang telah bertindak keji menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Hal tersebut diungkapkan kakek korban, Sutrisno yang mengatakan tak habis pikir pelaku melakukan penyerangan kepada bocah yang masih berusia 7 tahun itu.

“Saya sakit hati. Saya tidak pernah punya masalah, apalagi ayah dan ibu Carla,” ungkap kakek korban, Sutrisno pada Kamis, (14/11/2024).

Ayah dan ibu korban masih tinggal serumah dengan Sutrisno yang merupakan kakek dari ibu CNA, sementara ayah korban sehari-harinya bekerja di sebuah pabrik triplek di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

“Ayah Carla kerja di pabrik triplek, pulang 2 minggu sekali. Kami tidak punya masalah dengan siapapun,” tuturnya.

Menurutnya, keluarganya bahkan jarang keluar rumah, kecuali sekedar untuk belanja ke warung atau pergi melakukan ibadah shalat berjamaah di masjid terdekat.

“Keluar paling ke masjid ke warung. Tidak pernah buat masalah,” ujarnya lagi.

Sutrisno mengaku sangat sakit hati dengan pelaku yang dengan sadis memukul kepala korban hingga pecah, mengambil perhiasan korban, diduga memperkosa lalu membunuhnya.

“Saya tidak punya dendam, saya pasrahkan ke pihak yang berwajib. Mohon doakan adik Carla mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pintanya.

Sementara itu, korban yang dibunuh sepulang sekolah di lokasi yang berjarak hanya 100 meter dari rumahnya itu dikatakan Sutrisno juga tak pernah menceritakan perihal gangguan dari orang lain.

Seperti diketahui, selama 3 bulan, CNA setiap harinya pulang dari sekolahnya mengendarai sepeda ontelnya sendirian melewati jalan setapak di tengah perkebunan.

“Tidak pernah cerita diganggu orang, hanya pernah cerita takut dikejar anjing. Lingkungan pun tidak pernah ada masalah, tidak pernah ada kriminal,” beber Sutrisno. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page