Pemkab Mojokerto Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Jelang Pilkada 2024

Avatar of Redaksi
IMG 20241114 WA0009 scaled
Potret foto bersama peserta Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kamis (14/11/2024). (Riris / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi berlangsung di halaman Pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Jl. Jend. A. Yani No 16, Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (14/11/2024) pagi.

Apel dipimpin langsung oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Mojokerto, Akhmad Jazuli dan dihadiri jajaran Kodim, Polres Kabupaten, Polres Kota, UPT Tahura, Perhutani, Satpol PP, Linmas, BPBD, Dishub, PUPR, Dinsos, DLH, KPU, Bawaslu, PMI, Basarnas, dan relawan lainnya.

Turut hadir juga Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Wakil Kapolres Kota dan Kabupaten Mojokerto, Sekda, Ketua KPU dan Bawaslu, Danrem, Kepala Jaksa, Kepala BMKG Juanda Suarabaya, Kepala BPD Jatim, Forkopimda, dan BBWS Brantas.

IMG 20241114 WA0000 scaled
Potret serah terima hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. (Riris / Kabarterdepan.com)

Sebelum apel dimulai, dilakukan serah terima hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Kabupaten Mojokerto oleh Sekda kepada Kadis PUPR senilai Rp14 M.

Selanjutnya usai apel dimulai, Wakil Pelaksana apel melaporkan kepada pemimpin apel ada sebanyak 340 peserta yang hadir. Kegiatan apel ini dilaksanakan karena pada bulan November telah memasuki musim penghujan yang bersamaan dengan momentum Pilkada 2024.

“Bahwa kegiatan ini dilaksanakan mengingat BMKG pada bulan ini memasuki musim hujan, utamanya bulan ketiga bulan November, 21-31 November hujan intensitas cukup tinggi artinya masih dalam proses pelaksanaan hari H pemilihan kepala daerah (Pilkada),” ungkapnya.

Dalam laporannya, apel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan Pemkab Mojokerto dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang.

“Maksud dan tujuan adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan Pemkab Mojokerto dan segenap stakeholder terkait dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang,” paparnya.

Selain itu, dalam laporan tersebut, Wakil Pelaksana apel juga memaparkan terkait progres permohonan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 2024.

“Bahwa pada tanggal 30 Oktober 2024 kemarin telah diserahkan Surat Penetapan Pemberian Hibah Daerah (SPPH) di Jakarta dan dilanjutkan dengan sosialisasi peraturan dan penyerahan secara bersama-sama dengan 68 daerah Kabupaten, Kota, Provinsi se-Indonesia, tanggal 15 besok dilanjutkan dengan penandatanganan hibah daerah,” lanjutnya.

Sebelum menutup laporannya, ia menegaskan bahwa simulasi adanya bencana hidrometeorologi saat pencoblosan di TPS yang akan disaksikan bersama-sama nanti dapat menjadi acuan dan SOP.

“Ini nanti akan menjadi acuan atau SOP apabila betul betul terjadi, kegiatan ini memberikan arahan sekaligus amanat dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi tahun 2024.” Pungkasnya.

Sementara dalam amanat pemimpin apel, Pjs Bupati Kabupaten Mojokerto, Akhmad Jazuli menyampaikan kondisi musim penghujan yang tengah dihadapi saat ini memerlukan kesiapsiagaan yang tinggi untuk mencegah adanya korban jiwa apalagi bersamaan dengan Pilkada di akhir bulan November.

“Kondisi ini memerlukan kesiapsiagaan yang tinggi, kita tidak ingin ada korban jiwa atau kerugian yang dapat merugikan kita semua, kita upayakan semua siap siaga dan bersinergi dalam menghadapi kemungkinan bencana, kita upayakan preventif sejak dini,” tegasnya.

Tidak lupa, ia mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dan atas saran dari Dandim atas petunjuk Danrem akan dilaksanakan penanaman pohon di Jatirejo sebagai bentuk investasi jangka panjang demi kelestarian lingkungan.

Melalui apel ini, ia ingin seluruh pihak terkait untuk bersinergi dengan harapan ketika terjadi bencana dapat cepat dan tanggap.

“Melalui apel ini kami berharap seluruh pihak memperkuat koordinasi dan komunikasi, kerja sama secara solid, jika ada bencana dapat merespons dengan cepat dan tepat,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan cuaca serta kepada para peserta yang hadir agar mengedukasi masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk waspada dan mengikuti informasi tentang cuaca dan instruksi pemerintah daerah, mari kita edukasi masyarakat untuk memahami langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi keadaan darurat,” ajaknya.

IMG 20241114 WA0013 scaled
Potret simulasi bencana hidrometerologi. (Riris / Kabarterdepan.com)

Acara dilanjutkan dengan pendampingan inspeksi peralatan tanggap bencana oleh Pjs Bupati Kabupaten Mojokerto dengan didampingi Forkopimda dan pertunjukkan simulasi bencana hidrometeorologi saat pencoblosan di TPS dengan membuat badai buatan.

Setelah apel selesai, Pjs Bupati, Akhmad Jazuli dalam wawancaranya mengatakan peralatan yang disiapkan untuk menghadapi bencana hidrometerologi lengkap meskipun milik masing-masing instansi tapi jika dibutuhkan akan selalu siap siaga.

“Lengkap walaupun ada di masing-masing instansi tapi jika sewaktu-waktu dibutuhkan siap bahkan tadi sudah diperagakan kita lihat semuanya ready,” ujar Akhmad Jazuli kepada para wartawan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida juga menekankan perlu mewaspadai curah hujan di bulan November dan siap menghadapi kemungkinan terburuk saat coblosan di Pilkada 2024 nanti.

“Tanggal 21 sampai 31 itu kita termasuk curah hujan yang menengah sampai tinggi itu yang perlu kita waspadai makanya simulasi kita tampilkan apabila ya kita berpikir alternatif terjelek sih pas coblosan tiba-tiba ada kaya begitu tadi,” jelas Yo’ie Afrida. (ADV)

Responsive Images

You cannot copy content of this page