
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dalam persidangan terbaru yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto, kesaksian mengharukan datang dari Endang, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah terdakwa selama hampir satu tahun.
Endang, yang menyaksikan langsung kehidupan sehari-hari terdakwa, mengungkapkan bahwa konflik antara terdakwa dan suaminya kerap terjadi hampir setiap bulan, umumnya dipicu oleh permasalahan keuangan.
“Saya sering mendengar mereka bertengkar. Biasanya masalah uang,” kata Endang di hadapan majelis hakim.
Endang juga mengungkapkan bahwa setiap ditanya oleh terdakwah soal keuangan, alm rian selalu menjawab dengan nada marah.
“Ibu Dilah sering bertanya keras, ‘Uangnya ke mana? Kenapa selalu habis?’ Dan kalau sudah begitu, sering kali ributnya panjang,” ujarnya.
Menurut Endang, perdebatan sering kali berujung pada aksi kekerasan. Ia bercerita bahwa dirinya pernah menyaksikan sang suami terdakwa bersikap kasar, bahkan tak jarang memukul jika emosi telah memuncak.
Endang juga menjelaskan bahwa terdakwa sering curhat kepadanya soal beban ekonomi yang semakin berat, terutama terkait kebutuhan medis anak mereka yang masih kecil.
“Ibu Dilah sering cerita tentang anaknya yang membutuhkan operasi,” tutur Endang.
Majelis hakim pun mencatat keterangan Endang yang menguatkan gambaran situasi rumah tangga terdakwa yang penuh tekanan, baik secara finansial maupun emosional. (Firda*)
