
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Suasana halaman Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ) 2 Sidoarjo sempat mencekam, Jumat pagi (8/11/2024).
Halaman sekolah, berlokasi di belakang gedung SD itu, juga dibanjiri lautan manusia. Di antara mereka ada yang melengkapi diri dengan senjata mainan, sambil berlari-larian kecil. Ada pula yang hanya duduk-duduk.
Mereka seolah tak peduli, dengan suara backsound dentuman peluru yang memecah langit, pagi itu. Juga tidak peduli backsound suara-suara senapan saling bersahutan.
Kepulan asap juga tak membuat mereka membubarkan diri. Bahkan, ketika perisitiwa bentrok antara Arek dengan orang-orang dari Belanda, mereka tetap anteng: mereka makin bersemangat. Sebagian di antara mereka girang, sambil bersorak, serta memberi applous.
Ya, itulah pertunjukan hasil karya drama kolosal, persembahan anak ekskul drama SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo memeriahkan Hari Pahlawan 2024. “Kami mempersiapkan ini dari tiga Minggu sebelumnya,” kata Tiara Larasati, Pembimbing Ekskul Drama SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Jumat (8/11/2024).
Kala adegan drama kolosal itu mencapai puncaknya, suara-suara pekik kemerdekaan civitas SD Pembangunan Jaya 2, membakar semangat pemeran. “Merdeka… Merdeka… Merdeka…!,” teriakan pemeran Arek disusul penonton, kala adegan perobekan bendera merah-putih-biru yang tengah bertengger di puncak minimatur Hotel Yamato (yang kini bernama Hotel Mojopahit, Surabaya) di halaman sekolah tersebut.
Tiara menyampaikan, ada 24 siswa ekskul drama terpilih, dilibatkan dalam karya drama kolosal itu. Setelah dilakukan seleksi terhadap 60 siswa, yang sebelumnya mengikuti sesi casting.
“Ehh.. senang dan bangga. Saya merasa semangat, jiwa nasionalisme ini bangkit saat memerankan adegan itu,” kata Akhtar Rayyan Nafian, siswa Kelas 6-A, SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, sekaligus pemeran perobek bendera merah-putih-biru dalam drama kolosal itu.
Selain penampilan drama kolosal itu, peringatan Hari Pahlawan, pihak sekolah juga memerihakan acara dengan penampilan dari penari dalam drama Anada Sanjiwani: tarian menceritakan tentang pengorbanan.
“Drama tahun ini beda dengan tahun lalu, kami lebih totalitas,” kata Ananda, salah satu murid kelas 6-A, SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.
Selama kegiatan acara itu, seluruh civitas sekolah serentak mengenakan baju bertema pahlawan. Tak hanya murid, pada dewan guru pun ikut menghias diri bertema pahlawan.
“Ini memang kegiatan tahunan kami, memperingati, serta mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur” kata Kepala SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Ririn Indriyanti.
Harapan terbesar kegiatan itu, mampu menanamkan nilai nasionalisme dan patriotik pada siswa. Selain itu, diharapkan pula murid mampu meningkatkan daya juangnya dalam kegiatan sehari-hari.
“Tak lupa juga team work. Kami harapkan dengan adanya tontonan seperti ini, mampu menyulut kekompakan seluruh siswa dalam hal yang baik,” pungkasnya. (*)
