Pengobatan Filariasis Berlanjut, Bentuk Kepedulian Satgas Yonif 503/Mayangkara untuk Papua

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 11 06 at 3.19.31 PM
Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 503/Mayangkara Koops Habema secara bertahap salurkan pengobatan Filariasis.

Papua, Kabarterdepan.com – Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 503/Mayangkara Koops Habema secara bertahap salurkan pengobatan Filariasis (Pengobatan kaki gajah) di Kampung Mumugu Distrik Krepkuri Kabupaten Nduga Papua, Rabu (6/11/2024).

Kegiatan pemberian pengobatan Filariasis yang diprogram pemerintah dan dilaksanakan oleh Puskesmas di daerah Papua khususnya Kabupaten Nduga diberikan secara bertahap.

Sebagai Satgas yang ada di daerah Nduga, Yonif 503/Mayangkara Pos Batas Batu dengan 10 personel tim kesehatan yang dipimpin Letda Inf Yudi Riandoko berkolaborasi dengan Puskesmas Mumugu dan membantu jalannya penyaluran obat tersebut.

Pemberian pengobatan Filariasis yang sebelumnya dilaksanakan di Puskesmas Mumugu kini berlanjut mendatangi rumah-rumah warga yang belum melaksanakan pengobatan ini.

WhatsApp Image 2024 11 06 at 3.19.31 PM 1

Komandan Satgas Yonif 503/Mayangkara Letkol Inf Gurbasa Samosir juga menegaskan kepada Pos-pos jajaran Satgas Yonif 503/Mayangkara akan selalu siap memberikan pengawalan dan perbantuan pelayanan kesehatan.

Harapannya, agar setiap individu warga masyarakat Kabupaten Nduga mendapatkan pengobatan Filariasis tesebut tanpa ada yang terlewatkan.

Letkol Inf Gurbasa Samosir berharap, dengan adanya layanan pengobatan filariasis gratis ini, masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut, dan bagi yang mengalami gejala dapat segera ditangani agar tidak semakin parah.

Aksi kepedulian Satgas Yonif 503/Mayangkara ini mendapatkan respons positif dari warga Papua, khususnya Kabupaten Nduga. Kepala Puskesmas Mumugu, Blandina Rahawarin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Kesatria Mayangkara.

“Pengobatan Filariasis ini harus tersalurkan kepada setiap warga yang ada, agar pemberian pengobatan ini maksimal tanpa ada individu yang terlewati,” ucap Blandina Rahawarin. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page