Kader Lingkungan dari Surabaya Menimba Wawasan di Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20241104 161004
Edi Priyanto, pegiat lingkungan dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo memberikan materi pengelolaan sampah kepada rombongan Ketua RW dan Kader Lingkungan Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo kedatangan tamu baru. Rombongan tersebut dari puluhan Ketua RW dan Kader Lingkungan Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Minggu (3/11/2024).

Rombongan itu dipimpin Nanang Andi Hasyim, Ketua LPMK Medokan Ayu. Mereka datang untuk berdiskusi tentang pengelolaan lingkungan.

Di sana, mereka juga belajar tentang manajemen perubahan warga dalam ciptakan lingkungan bersih dan sehat: belajar konsep bagaimana mengelola sampah warga hingga manajemen bank sampah.

Termasuk, praktik efektif yang diterapkan kampung terkenal dan sebagai role model dalam edukasi manajemen sampah itu.

Rombongan itu memulai pelatihan cara penataan sampah yang terstruktur. Hingga keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Edi Priyanto, penggiat lingkungan dari Kampung Edukasi Sampah turut menyambut hangat rombongan. Lalu, dia mengisi materi diskusi dengan ajakan reflektif: mengajak peserta untuk membangun kebersamaan serta menyatukan visi.

“Hal itu unuk bisa membangun visi besar: lingkungan yang tenteram, bersih, sehat, indah, juga harmonis,” katanya.

“Tentunya, ini menjadikan harapkan kita bersama juga keluarga, anak-anak, dan masa depan yang lebih baik,” sambungnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan kunci mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Maka, melalui partisipasi aktif warga, memberikan kontribusi nyata pada upaya global bagi masa depan generasi yang akan datang. Sejalan dengan filosofi Kampung Edukasi Sampah yang berfokus pada tiga langkah sederhana: Berubah, Peduli, dan Berbagi.

Dalam tahap Berubah, kata Edi, dapat dimulai dari diri sendiri, dan menjadi agen perubahan di lingkungan. Lalu, tahap peduli, menumbuhkan rasa tanggung jawab jangka panjang terhadap lingkungan.

“Nah, melalui berbagi, juga kita tak hanya membagikan pengetahuan tapi menginspirasi satu sama lain untuk bergerak bersama,” jelasnya.

Sementara, Nanang Andi Hasyim, Ketua LPMK Medokan Ayu mengapresiasi Kampung Edukasi Sampah, membuka kesempatan dan berbagi pengalaman. “Banyak ilmu yang kami dapatkan, khususnya manajemen perubahan warga meningkatkan kualitas lingkungan,” katanya.

Menurutnya, berbagai wawasan berharga diterima dalam kegiatan itu, akan menjadikan bekal implementasi program lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. “Semoga semangat ini dapat menginspirasi masyarakat lain, demi kebaikan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page