
Kabupaten Malang, Kabarterdepan.com – Penerapan e-retribusi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang terbilang efektif.
Kendati saat ini e-retribusi masih diterapkan di Pasar Tumpang dan Pasar Pakisaji saja, namun hasil yang didapatkan cukup memuaskan.
Kadisperindag Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi menyampaikan retribusi pasarhingga akhir Oktober 2024 disebut telah terealisasi sekitar Rp 8 miliar.
“Retribusi dari sektor pelayanan pasar ditarget sekitar Rp 21,9 miliar. Sedangkan retribusi dari sektor MCK ditarget sekitar Rp 435,9 juta. Sehingga jika di total target retribusi pasar sebesar sekitar Rp 22,3 miliar,” paparnya.
Jika dibandingkan dengan capaian retribusi pasar pada pertengahan 2024, realisasinya mengalami peningkatan. Yakni dari kisaran Rp 5,2 miliar meningkat menjadi kisaran Rp 8 miliar di akhir Oktober 2024.
Mendatang, penerapan e-retribusi tersebut dipastikan Fuad akan lebih dimasifkan hingga ke 34 pasar tradisional dan 16 pasar hewan di Kabupaten Malang.
“Kami akan terus memacu penerapan e-retribusi. Harapannya para pedagang nantinya juga menggunakan pembayaran QRIS. Kami lakukan secara bertahap dan di mulai dari pedagang muda,” tukas Fuad.
Sekadar informasi, retribusi pasar terbagi menjadi dua kategori. Yakni pelayanan pasar dan kebersihan yang meliputi keberadaan mandi cuci kakus (MCK). (doi)
