
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Seorang pria berinisial MS alias YT (31) warga Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi dicokok tim Satreskrim Polresta Banyuwangi usai diduga memperdayai AS, seorang gadis di bawah umur berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku SMA.
Polisi menyebut MS memperdaya AS dan melakukan serangkaian kebohongan untuk membujuk korban menerima perlakuan cabul tersangka dengan janji bakal diberi sejumlah uang sebagai gantinya.
“MS membujuk korban untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul terhadap korban dengan mengiming-imingi uang sejumlah Rp 5 juta sehingga korban mau melakukan perbuatan tersebut,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra melalui Kasatreskrim Kompol Vega.
Sebelumnya, aksi MS dipergoki keluarga AS yang melihat keduanya berada di sebuah hotel pada Senin, (28/10/2024) yang kemudian langsung melapor ke orangtua AS.
“Keluarga korban melihat pelaku bersama korban. Orang tua korban langsung ditelepon untuk diberitahu keberadaan anaknya dan menjemputnya.” terang Vega.
Saat sampai di lokasi, ayah korban mendapati motor yang biasa dipakai anaknya terparkir di halaman hotel yang berada di Jl. H. Muso, Bades, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi tersebut.
“Ayah korban kemudian menanyakan kepada security hotel tersebut dan ditunjukkanlah kamar yang dipesan oleh tersangka, akhirnya keluarga memergokinya di kamar hotel,” kata Vega.
Ayah korban, Prasetyo kemudian melaporkan peristiwa yang dialami putrinya ke polisi pada Selasa, (29/10/2024) dan meminta bantuan kepada Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Banyuwangi.
Sebelumnya, kepada TRC PPA, Prasetyo mengatakan bahwa saat peristiwa bahas itu terjadi, AS diajak nongkrong oleh MS dan dicekoki minuman keras hingga teler dan mencabuli korban berkali-kali.
Tak hanya berhenti sampai di situ, aksi bejat MS juga dikatakan ayah korban adalah mengenalkan AS ke seorang makelar pria hidung belang dan menjual anaknya ke pria hidung belang di sebuah hotel.
”Anak saya dijual Rp 2 juta kepada pria hidung belang di sebuah hotel dengan bukti chat yang kami miliki,” papar Prasetyo. (Fitri)
