
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Debat pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani-Mujiono dan Ali Makki Zaini-Ali Ruchi telah berlangsung seru, Minggu, (27/10/2204) yang membahas beberapa tema.
Salah satu sub tema yang dibahas adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama ekonomi Banyuwangi yang mendorong pertumbuhan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
“Apa strategi yang anda lakukan sektor agar UMKM bersaing di era digital,” tanya salah seorang panelis.
Menjawab hak tersebut, Calon Bupati nomor urut 1, Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa selama menjabat sebagai bupati, UMKM menjadi sektor yang difokuskan sehingga ekonomi terus bertumbuh.
“Hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat Banyuwangi,” tutur Ipuk.
Dia juga mengurai, transaksi UMKM di e-katalog Banyuwangi bahkan mampu mencapai Rp 581 milyar rupiah, dan 1500 pelaku UMKM telah menerima bantuan alat usaha hingga berbagai program Banyuwangi, di antaranya jagoan bisnis, jagoan digital, teman usaha rakyat, kanggo riko, hingga warung naik kelas.
Sementara itu, Calon Bupati nomor urut 2, Gus Makki justru mempertanyakan istilah UMKM Naik Kelas yang digeber petahana Ipuk saat memimpin Banyuwangi.
“Kapan hari saya keliling di Kecamatan Kalipuro, bertemu dengan ratu UMKM. Saya tanya selama ini naik kelas dari kelas ke kelas berapa,” tanya Gus Makki.
Dan Gus Makki mengatakan bahwa UMKM di Banyuwangi hanya ingin ditemani, namun ia tak merinci istilah yang ia gunakan dan hanya mengatakan bahwa UMKM tak hanya butuh festival melainkan jaminan bantuan perbankan.
Menanggapi Gus Makki, Ipuk mengatakan bahwa program UMKM berbasis kerakyatan sehingga bisa dinikmati masyarakat.
Tak hanya itu, Ipuk mengatakan bahwa UMKM Banyuwangi tangguh di segala kondisi termasuk di tengah hantaman badai Covid-19.
“Bagaimana UMKM tidak naik kelas jika setiap tahun tidak bertambah. Saat 15 ribu pelaku UMKM mendapatkan bantuan, pelatihan dan pendampingan dari pemerintah,” tegas Ipuk. (Fitri)
