
Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Debat Perdana Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Mojokerto di Ayola Sunrise Hotel Mojokerto, Jumat (25/10/2024) malam berlangsung cukup menarik.
Kedua pasangan calon (paslon), Ika Puspitasari – Rachman Sidharta Arisandi dan paslon Junaedi Malik – Chusnun Amin sama-sama membeberkan visi misi, terutama tentang program yang sesuai dengan tema debat, yakni ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah dan Memperkokoh NKRI serta Kebangsaan’.
Dalam debat tersebut, ada beberapa pertanyaan yang disiapkan oleh para panelis yang berasal dari sejumlah akademisi.
Debat ini menjadi wadah pembekalan bagi masyarakat untuk mengenal program kedua paslon.
Calon Wali Kota Mojokerto nomor urut 02, Ika Puspitasari, mengatakan, semangat Spirit of Majapahit Kota Mojokerto ini merupakan Kebhinekaan yang ada di Kota Mojokerto. Di antaranya seluruh warisan dan budaya yang menjadi sebuah kekuatan bagi Mojokerto yang membangun karakter dan ciri khas tersendiri khususnya segala sarana dan prasarana publik yang berciri khas Kemajapahitan.
“Maka dengan ini, kami membuat sentra industri kecil mikro yaitu sentra IKM batik yang merupakan sarana prasarana untuk mewadahi Mojokerto. Dan juga para pemuda yang memiliki jiwa kreatif agar terfasilitasi untuk menjadi sebuah kekuatan, tidak hanya persatuan dan kesatuan keberagaman, namun ini menjadi pendongkrak ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Ning Ita, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan kembali bahwa segala sarana prasarana dan pembangunan telah terlaksana sejak ia menjabat menjadi Wali Kota Mojokerto 5 tahun silam.
“Karena sarana prasarana sudah kami laksanakan pada jilid 1, itu sudah terlaksana dengan sempurna sehingga arah pembangunan sumber daya Kota Mojokerto akan terwujud secara nyata ketika sudah membangun ekosistem yang kompleks di Kota Mojokerto,” katanya.
Menurut Ning Ita, terkait dengan anggaran tentu saja dari membangun Kota Mojokerto yang berkarakter dan berdaya saing.
“Itulah kenapa visi misi kami mewujudkan karena Spirit of Majapahit tidak dimiliki oleh daerah lain. Ini adalah daya saing yang menjadi kekuatan kita dalam membangun kota kecil ini,” imbuhnya.
Sementara itu paslon nomor urut 01, Juned-Amin menjelaskan, Majapahit dengan segala gapura atau ornamen yang dilanjutkan. Ini memang menjadi semangat kesatuan yang dibangun dengan memberikan ruang kebijakan yang besar.
Mereka menekankan bagaimana pembinaan anak atau generasi muda dibina dengan konkret. Perihal seni dan budaya masyarakat butuh sarana dan prasarana yang memadai dengan anggaran yang jelas dan pembinaan yang kontinyu.
“Kami punya OPD, Dinas Kominfo yang mempunyai peran strategis bagaimana anak muda membangun konten dalam meningkatkan kemampuan seni budaya. Sehingga kominfo tidak terjebak dalam konteks politis melainkan menjadi wadah bagaimana anak muda berkreasi dengan seni dan budaya,” ujar Gus Juned, sapaan akrab Junaedi Malik.
Menurut Gus Juned, era ini era digital sehingga kominfo maupun semua sumber daya pemkot harus fokus membina anak muda, maka ke depannya bibit unggul potensi anak Mojokerto bisa terbangun. “Dan itu semangat mempersatukan Kota Mojokerto sampai kapan pun. Tidak hanya ornamen saja yang dibangun tapi semangatnya juga harus kita bangun,” pungkas Gus Juned. (Yusi)
