Lewati Masa Kritis, Pendeta Erastus Sabdono Jalani Pemulihan di Singapura

Avatar of Redaksi
Pendeta Erastus Sabdono
Potret Pendeta Erastus Sabdono. (Facebook Erastus Sabdono / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Pendiri Rehobot Church dan Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil, Pendeta Erastus Sabdono, saat ini tengah menjalani masa pemulihan selama tiga hingga tujuh hari ke depan setelah berhasil melewati masa kritis di sebuah rumah sakit di Singapura akibat terkena stroke.

Insiden tersebut terjadi saat Pendeta Erastus saat menghadiri peresmian sekolah di Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur kemudian terkena stroke yang membuatnya jatuh di kamar mandi.

Awalnya, ia direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, ia dibawa langsung dari Kupang ke Singapura.

Menurut kerabat yang membagikan informasi di grup WhatsApp, Pendeta Erastus beberapa kali mengeluhkan kelelahan selama seminggu terakhir. Meski begitu, ia masih mengikuti doa pagi dan turut hadir dalam peresmian sekolah di Noelbaki, Rabu (23/10/2024).

Sementara kabar terbaru mengenai kondisi Pendeta Erastus dibagikan oleh keluarga melalui laman resmi Rehobot Church, Jumat (25/10/2024). Namun, keluarga memilih untuk tidak mengungkapkan nama rumah sakit tempat ia dirawat atau rincian penyakitnya.

“Keluarga hanya meminta jemaat dan masyarakat bersama mendoakan untuk masa pemulihan Pendeta Erastus,” tulis keluarga dalam pernyataan resminya.

Pendeta Erastus Sabdono Teolog Kristen

Diketahui, Pendeta Erastus Sabdono dikenal luas sebagai teolog Kristen yang kritis, terutama terhadap ajaran Teologi Kemakmuran. Ia selalu menekankan pentingnya kesucian hidup dan tanggung jawab sebagai umat Kristiani yang telah ditebus oleh pengorbanan Kristus di kayu salib. Menurutnya, kehidupan Kristiani yang sejati adalah hidup yang mengikuti teladan Kristus dalam penderitaan dan ketaatan.

Selama perjalanan kariernya, Pendeta Erastus telah menulis lebih dari 200 buku dan menciptakan lebih dari 312 lagu rohani. Ia juga pernah mengajar Teologi dan Etika Kristen di STT Bethel Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Ketua STT Ekumene. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua STT Bethel Indonesia pada tahun 2005 hingga 2009.

Perjalanan spiritualnya dimulai sejak usia 17 tahun ketika ia pindah dari Solo ke Jakarta. Setelah menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di GPIB Paulus Jakarta, ia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan, meninggalkan cita-citanya sebagai dokter dan masuk sekolah Alkitab. Ia kemudian aktif dalam pelayanan musik, remaja, dan guru Sekolah Minggu di GBI Gunung Sahari, yang menjadi awal perkenalannya dengan Gereja Bethel Indonesia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page