Teror Racun Ternak Marak di Sragen, Warga Diminta Waspada

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241025 174645
Penampakan singkong yang di dalamnya diberi cairan racun. (Tangkapan layar video imbauan Kepala Desa Ngargotirto yang tersebar di whatshaap)

Sragen, kabarterdepan.com – Teror racun terhadap hewan ternak sapi terjadi di Dukuh Sidorjo RT 21, Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Beruntung, kejadian itu diketahui oleh pemilik sapi, setelah salah satu warga menemukan sebuah singkong yang di dalamnya berisikan barang yang mencurigakan.

Singkong yang ditemukan dekat tempat pakan ternak warga sengaja dilubangi untuk menaruh barang yang diduga sebuah racun.

Seketika hal itu menjadikan rasa khawatir warga lain yang memiliki hewan ternak. Karena teror semacam itu dulu juga sempat pernah terjadi di Desa Kacangan, dan kini muncul lagi di Tlogotirto, Suberlawang.

Kepala Desa Tlogotirto, Ngadiyo dalam keterangannya mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa diduga telah terjadi percobaan pembunuhan terhadap hewan ternak sapi milik warganya dengan cara memberi pakan beracun.

Berdasarkan informasi yang diterima Ngadiyo, dia menceritakan, pada Kamis (24/10/2024) sekira pukul 15.00 WIB saat membersihkan kandang warga menemukan sebuah singkong yang tergeletak di tempat pakan.

Setelah dilihat, ditemukan cucuran cairan berwarna merah mengalir dari singkong tersebut. Warga yang sempat melihat meyakini itu adalah bahan beracun.

“Kami mendapati laporan dari warga, kemudian kami mengimbau kepada para warga yang punya hewan ternak agar waspada supaya hewan ternaknya tidak mati terkena racun,” kata Ngadiyo kepada media, Jumat (25/10/2024) malam.

Dijelaskan Ngadiyo, dari ciri-ciri bahan yang diduga beracun yang ditemukan di kandang milik Parmo yakni singkong tersebut dilubangi bagian dalam, bahan racunnya ada di dalamya.

“Bagian dalam singkong dilubangi, bahan beracun ada di dalamnya, warnanya merah,” jelasnya.

Mengenai motif dari kejadian itu, banyak warga yang menduga bahwa perbuatan itu sengaja dilakukan oleh seseorang untuk mengambil keuntungan. Jika ada sapi yang mati akan dijual dengan harga yang murah oleh pemiliknya.

“Dari perkiraan warga, memang sengaja dilakukan oleh seseorang. Kalau ada sapi yang mati kan nanti dijual oleh pemiliknya, di situ pasti akan ada pembeli yang mau membeli, tapi dengan harga yang murah,” ungkap Ngadio.

Untuk mencegah terjadinya korban ternak sapi, Ngadulio sengaja membuat video berisi imbauan yang disebarkan lewat media sosial.

Ia berharap, melaui imbauan itu masyarakat pemilik ternak bisa lebih waspada dengan modus racun ternak yang meresahkan warganya itu.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page