Kesalahan Mendes Yandri, Penggunaan Kop Surat Kementerian untuk Acara Pribadi

Avatar of Redaksi
Potret undangan Mendes Yandri yang menggunakan kop surat kementerian
Potret undangan Mendes Yandri yang menggunakan kop surat kementerian. (redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Yandri Susanto yang baru dilantik sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal hadapi kontroversi setelah menggunakan surat resmi kementerian untuk urusan pribadinya, Rabu (23/10/2024).

Dalam surat berkop Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor: 19/UMM.02.03/X/2024, ia mengundang kepala desa dan tokoh masyarakat di Kramatwatu, Serang, Banten untuk menghadiri acara peringatan haul ke 2 ibundanya dan Hari Santri yang berlangsung sehari setelah pelantikannya.

Surat tersebut menuai kritik luas di media sosial, terutama dari mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Mahfud menegaskan bahwa penggunaan kop surat kementerian untuk acara pribadi sangat tidak pantas dan dapat menciptakan konflik.

Dikutip dari laman Instagram pribadi @mohmahfudmd, Mahfud menuliskan bahwa kop surat dan stemple resmi tidak dapat digunakan secara pribadi termasuk juga keluarga.

“Kop surat dan stempel resmi tak boleh dipakai untuk acara pribadi dan keluarga, termasuk ponpes dan ormas sekalipun,” tulis Mahfud.

Analis politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah ikut menyoroti resiko penyalahgunaan kekuasaan, mengingat Istri Yandri, Ratu Rachmatu Zakiyah adalah salah satu kandidat Bupati Kabupaten Serang dalam Pilkada 2024. Ia mencalonkan diri bersama Muhammad Najib Hamas.

Namun, pencalonannya menjadi sorotan karena Zakiyah masih menjabat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam kontestasi ini, Zakiyah didukung oleh PAN, partai yang menaungi suaminya.

“Sisi lain, ada potensi upaya memobilisasi pejabat daerah hingga aparat desa untuk tujuan tertentu. Terlebih istri Yandri adalah kandidat Pemilihan Bupati (Pilbup) Serang di mana menjadi tempat acara pribadi dilakukan,” kata Dedi.

Yandri pun menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa acara tersebut murni untuk mengenang orang tuanya dan tidak ada unsur politik. Namun, ia juga mengakui bahwa kegiatan itu harus diperbaiki agar tidak disalahartikan.

“Selama proses berlangsung tidak ada unsur politik, kami juga tidak mau acara ini ditunggangi oleh unsur politik. Termasuk hari ini kami menyumbangkan makanan, itu atas nama emak kami,” papar Yandri. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page