Pemkab Dorong Upaya Pengakuan Hukum Atas Keanekaragaman Budaya Banyuwangi

Avatar of Redaksi
IMG 20241022 WA0032
Batik Banyuwangi motif Gajah Oling. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mendorong disahkannya keanekaragaman budaya Banyuwangi sebagai kekayaan intelektual komunal dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.

Di antara keanekaragaman tersebut adalah motif batik Banyuwangi yang baru-baru ini tercatat sebagai inventarisasi kekayaan intelektual komunal (KIK) dari Kemenkumham.

“Pemkab akan terus mengupayakan pengakuan hukum atas keanekaragaman budaya Banyuwangi, termasuk motif batik khas-nya,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah.

Seperti diketahui, motif batik Gajah Oling khas Banyuwangi resmi mendapat surat pencatatan KIK dan tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) asli Banyuwangi.

“Kita semua sangat bersyukur. Motif batik Gajah Oling sudah sah secara hukum diakui berasal dari Banyuwangi,” tuturnya.

Untuk diketahui, motif Gajah Oling merupakan satu dari puluhan motif batik yang ada di Banyuwangi dan bisa dibilang, motif yang merupakan perpaduan dari gambaran gajah dan uling atau sejenis belut tersebut motif terpopuler jika dibandingkan yang lainnya.

Ada beberapa pendapat dalam memaknai motif Gajah Oling, namun yang paling terkenal adalah perlambang dari mengingat Tuhan. Oling adalah pasemon dari kata iling (ingat), sedangkan gajah adalah simbol dari sesuatu yang besar yang tak lain adalah Tuhan Yang Mahakuasa.

Ditambahkan Sugirah, dengan dicatatkannya motif Gajah Oling telah menjadi bukti bahwa batik telah lama menjadi bagian dari seni budaya Banyuwangi. Dan, pemkab beserta stakeholder lain tentunya harus merasa memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan batik di daerahnya.

“Pemkab Banyuwangi juga akan terus mendorong motif-motif batik lain untuk segera dicatatkan pula,” tambahnya.

Termasuk di antaranya melalui gelaran event Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang disebutnya sebagai bentuk keseriusan pemkab dalam melestarikan dan menjadikan batik Banyuwangi untuk berkembang industrinya.

Pada tahun 2024, BBF mengangkat salah satu motif lawas batik Banyuwangi, yakni Jenon. Sebelumnya BBF juga mengangkat motif Gajah Oling, Galaran, Sembruk Cacing, Gedekan, Kangkung Setingkes, Paras Gempal dan Jajang Sebarong, hingga Sekar Jagad Blambangan.

“Satu persatu setiap tahunnya motif-motif khas Banyuwangi kita angkat dalam BBF mulai tahun 2013,” tuturnya.

Diawali dari Gajah Oling, lalu Kangkung Setingkes, Paras Gempol, Sekar Jagad Blambangan, Kopi Pecah, hingga tahun ini Jenon adalah kekayaan warisan leluhur yang terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page